Ekonomi-Bisnis

PASAR KANGEN Ke-20 Di Taman Budaya Yogyakarta, 22-28 Juni 2026

PASAR KANGEN Ke-20 Di Taman Budaya Yogyakarta, 22-28 Juni 2026

PASAR KANGEN Ke-20 Di Taman Budaya Yogyakarta, 22-28 Juni 2026

"Ana Upaya Ana Upa": Merawat Tradisi, Menggerakkan Ekonomi Budaya

Salam Budaya, Lestari Budayaku.

Salam Taman Budaya, Kreatif Inovatif.

Impessa.id, Yogyakarta, Indonesia, Juni 2026: Taman Budaya Yogyakarta menyelenggarakan Pasar Kangen Taman Budaya 2026, pada 22-28 Juni 2026 di Taman Budaya Yogyakarta, Jalan Sriwedani Nomor 1 Kota Yogyakarta.

Dalam tradisi potong tumpeng dan pemanjatan doa untuk suksesnya acara, bertempat di Ruang Seminar, Jum’at, 19 Juni 2026, Kepala Taman Budaya Yogyakarta, Dra Purwiati yang didampingi Ong Hari Wahyu, selaku penggagas Pasar Kangen, menuturkan, melalui tema "Ana Upaya Ana Upa", kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan antara pelestarian budaya, kreativitas masyarakat,dan penguatan ekonomi berbasis tradisi.

“Tema ‘Ana Upaya Ana Upa’, merupakan ungkapan dalam bahasa Jawa yang bermakna bahwa setiap usaha akan menghasilkan manfaat dan penghidupan. Filosofi ini merefleksikan semangat masyarakat dalam menjaga tradisi, berkarya, dan membangun kemandirian ekonomi melalui aktivitas budaya yang berkelanjutan,” ujar Pimpinan TBY Purwiati.

Dalam pada itu, Ong Hari Wahyu menambahkan, “Tahun ini, melalui pendaftaran online sebanyak 687 pendaftar mengikuti proses seleksi dan kurasi yang dilakukan oleh Taman Budaya Yogyakarta, dan dari jumlah tersebut, terpilih 300 tenant yang dinilai sesuai dengan konsep kegiatan, terdiri atas 165 tenant kuliner tradisional dan sisanya berupa tenant kerajinan, barang antik dan jasa,” jelas Ong.

Lebih lanjut Ong menjelaskan bahwa Pasar Kangen Taman Budaya, bukan sekadar pasar rakyat, tetapi juga merupakan ruang pelestarian budaya yang menghadirkan pengalaman nostalgia melalui kuliner tradisional, benda-benda antik dan lawasan, permainan rakyat, serta suasana pasar tempo dulu yang semakin jarang dijumpai di tengah perkembangan zaman.

“Selain menghadirkan ratusan tenant terkurasi, Pasar Kangen Taman Budaya 2026 juga dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni budaya melalui panggung Gelar Seni, dengan memfasilitasi 19 grup kesenian yang menampilkan beragam ekspresi seni tradisional, musik, tari, teater tradisi, dan wayang kulit pakeliran padat. Kehadiran para seniman dan kelompok seni diharapkan semakin memperkuat fungsi Pasar Kangen Taman Buaya sebagai ruang apresiasi dan interaksi budaya bagi masyarakat”.

Kepala TBY menegaskan bahwa Pasar Kangen Taman Budaya selain menghadirkan ajang jual beli, juga sebagai ruang nostalgia masa lalu, edukasi dan regenerasi nilai budaya. Melalui tema "Ana Upaya Ana Upa", Taman Budaya Yogyakarta ingin menegaskan bahwa budaya yang dirawat dan diusahakan bersama akan memberikan manfaat, baik sebagai identitas budaya maupun sebagai sumber penghidupan masyarakat.

“Melalui Anggaran Dana Keistimewaan Tahun Anggaran 2026, penyelenggaraan Pasar Kangen Taman Budaya bertujuan melestarikan kuliner tradisional, kerajinan dan barang antik, mendukung UMKM, mempererat hubungan sosial, serta memperkuat daya tarik pariwisata budaya Yogyakarta. Taman Budaya Yogyakarta berharap dapat memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian budaya, mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis tradisi, serta memperluas ruang partisipasi publik dalam pemajuan kebudayaan,” ungkap Dra Purwiati.

Setelah perjalanan panjang selama 20 tahun, konsep Pasar Kangen Jogja mulai diminati kota-kota lain. Taman Budaya Jawa Tengah, contohnya, berhasil mengadopsi 'Pasar Kangen Jogja'  sejak tahun lalu dengan nama "Pasar Raya Jateng" dan mendapat respon bagus dari warga masyarakat, demikian halnya Temanggung, sudah melakukan study banding terkait dengan penyelenggaraan Pasar Kangen Jogja, untuk diterapkan disana. Data pengunjung Pasar Kangen Jogja tahun 2025 sebanyak 15-ribu orang dengan hasil pendapatan sebesar 4,5 Milyar Rupiah. (Pras AB/Antok Wesman-Impessa.id)