Feature

Nikah Bareng Sederhana Di Traktor Dengan Mahar Sepasang Ayam

Nikah Bareng Sederhana Di Traktor Dengan Mahar Sepasang Ayam

Nikah Bareng Sederhana Di Traktor Dengan Mahar Sepasang Ayam  (Foto: Istimewa)

Impessa.id, Yogyakarta, Indoneisa, Mei 2026: Masih banyak masyarakat yang belum bisa menikah karena berbagai keterbatasan, dan adanya kesenjangan sosial yang semakin tajam serta ketakutan generasi Z dan M untuk menikah, menjadikan Angka Pernikahan di Indonesia trennya mengalami penurunan hingga menjadi 1,48 juta pasangan pada 2024, terendah dalam dekade terakhir atau mengalami penurunan sekitar 6,35 % dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara pernikahan adalah janji suci dan sah yang dicatatkan di KUA/Kantor Catatan Sipil sebagai penciptaan generasi menuju Indonesia Emas. Sehubungan dengan HARKITNAS -Hari Kebangkitan Nasional, dan Idhul Adha, sekaligus Kampanye Nikah Muda Prasojo Kaya Produktif, maka FORTAIS -Forum Ta’aruf Indonesia, Sewon, Bantul, bekerjasama Gedung BeruntungJalannya Sewon dan KUA Sewon, menggear “Nikah Bareng Mbalek Ndeso Mbangun Kulawarga #2” menggandeng warga Geneng RT.02, MUA Jogja, Karawitan Ibu-Ibu Purba Rini, PPY Bantul, Latifa Jewerly, Radio Buku, Javavideotron terbuka untuk umum dan gratis, full fasilitas hingga bulan madu. Kali ini ada tujuh pasang yang lulus kelengkapan adminsitrasi peminat nikah bareng yang digelar di Bantul sejak tahun 2006 (20 tahun) selalu meningkat.

Pada Selasa 19 Mei 2026 bertempat di Gedung BeruntungJalannya Geneng, Sewon, Bantul prosesi nikah bareng diawali dengan kirab 7 pasangan pengantin menggunakan busana gaya Jogja bersama bridesmaid warga kampung berbusana Jawa dan anak-anak TK berbusana Jawa dengan cucuk lampah tari edan-edanan sebagai simbol tolak balak, diiringi musik live gamelan melewati persawahan ndeso. Senyum bahagia dan sesekali melambaikan tangan kepada para tamu yang hadir yaitu Bupati Bantul, Kepala Kemenag Bantul, Panemu Sewon beserta jajaran Muspika Sewon, Kepala KUA Sewon dan tamu undangan. Prosesi dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dilanjutkan sambutan Ketua Golek Garwo Fortais & Nikah Bareng Nasional H. Ryan Budi Nuryanto, SE yang menyatakan “Alhamdulillah sekarang ini animo masyarakat untuk ikutan nikah bareng sangat tinggi hingga 500-an pengantin dari seluruh Indonesia yang notabennya GEn Z dan Gen M dan kedepannya  kami sangat berharap bantuan dari banyak pihak yang peduli mau membantu menshodaqohkan kreatifitasnya untuk mewujudkan impian para calon pengantin yang mempunyai banyak keterbatasan ini,” ujar Ryan.

Hal senada disampaikan oleh Kertorejo selaku pemilik Gedung Beruntung Jalannya, “Ini wujud kepedulian kami sinergi dan kolaborasi untuk berbagi kebahagiaan kepada para calon pengantin dan insyaalloh ini penuh keberkahanNya sekaligus dapat menjadi pilihan tempat destinasi acara pernikahan dan sebagainya dapat melihat Budaya Ndeso yang unik,” jeasnya.

Kabag Kesra Setda Bantul Mewakili Bupati Bantul menyambut baik gelaran tersebut yang sudah sejak tahun 2006 digelar di Bantul dapat membantu banyak orang dan menjadikan Bantul wedding destination Kota Kreatif Dunia meningkatkan perekonomian masyarakat dan jadi distinasi khusus pernikahan bernuansa pedesaan yang “kalcer” tiada duanya dengan kekhasan tersendiri dengan budaya dan ketahanan pangan dan kuliner yang akan digaungkan oleh para pengantin dan tamu yang hadir melalui media sosial

Prosesi Ijab qobul, pertama di Indonesia dan dunia, dilakukan di tengah-tengah pagelaran wayang cekak oleh dalang cilik Ki Lanang Bejo Lakune dengan iringan karawitan yang mengandung filosofi bahwa pernikahan mereka akan mengarungi kehidupan yang panjang seperti alunan gending jawa yang sarat makna untuk meraih kehidupan sejahtera. Dengan mahar unik seperangkat alat sholat, dan sepasang ayam sebagai lambang ketahanan pangan serta semangat kehidupan kemakmuran yang diharapkan bisa mandiri setelah menikah, dimana prosesi ijab qobul dipimpin oleh kepala KUA Sewon H. Mustafied Amna, S.Ag, M.H dan penghulu Imam Bukhori, SEI,M.H secara bergantian dengan saksi Nikah Ketua Fortais Indonesia (H. Ryan Budi Nuryanto, SE) dan Pimpinan Gedung Beruntung Jalannya (Andika Susdetio, S.Pd,) serta tokoh masyarakat yang hadir.

Prosesi ijab qobul dilakukan di atas traktor sawah yang menggandung filosofi bahwa bukan sekedar aksi unik, melainkan menggabungkan nilai budaya, kerja keras dan kehidupan agraris yang secara keseluruhan bahwa seluruh pasangan yang menikah ingin mengawali hidup baru dengan nilai-nilai kesederhanaan, kerja keras dan kebermanfaatan, layaknya petani yang berusaha memberikan hasil bumi terbaik begitu pula pasangan nikah bareng ini. 

Adapun 7 pasangan pengantin yang berbahagia dari DIY, Jawa Tengah dan Banten masing-masing,  

1. Devi Anansa Putri / 24 th / Sukorejo, Kendal, Jateng & Wawan Setiawan / 33 th / Sukorejo, Kendal, Jawa Tengah

2. Putu Angela Christine W /30 th/ Banyumanik, Semarang, Jateng & Prasetyo Nugrahaning M /32 th/ Suruh, Semarang, Jawa Tengah

3. Ambika Pega Wiyas P/ 38 th / Kalikajar, Wonosobo, Jateng & Indah Permatasari / 34 th / Padarincang, Serang, Banten

4. Neng Agung Santika / 42 th / Kota Magelang, Jateng & Achmad Nursani/ 44 th/ Muntilan, Kab. Magelang, Jawa Tengah

5. Arleta Kanaya Putri T / 20 th / Pangenjurutengah, Purworejo,Jateng & Satrio Amukthi / 22 th / Kaligesing, Purworejo, Jawa Tengah.

6. Supiyati / 43 th / Bangunharjo, Sewon, Bantul, DIY & Alip Munandar / 49 th / Panggungharjo, Sewon, Bantul, DIY

7. Dian Puspitasari / 39 th / Pamulang, Tangsel, Banten & Angga Surya Nusraha / 39 th/ Sukorejo, Klaten, Jawa Tengah

Suasana sakral dan haru ketika prosesi ijab qobul berlangsung seperti dirasakan pasangan Arleta Kanaya dan Satrio Amukthi sangat bahagia menikah di usia muda dengan konsep Jadul yang sarat makna dan sekarang baru trend tanpa mengeluarkan biaya/gratis full fasilitas, lain halnya pasangan Supiyati dan Alip Munandar dari Sewon Bantul yang sangat bahagia karena pernikahannya diramaikan orang sekampung dan tidak terbayangkan bisa semeriah ini. Selain itu juga pasangan Dian Puspitasari dan Angga Surya berasal dari Banten mereka mendaftar hari terakhir Alhamdulillah bisa lolos dan menyisihkan dari ratusan pendaftar yang ikut ajang ini dan tahu acara ini dari media sosial yang viral.

Ketujuh pasangan pengantin siap untuk bekerja keras menghidupi keluarga dan membangun bangsa ditengah kondisi apapun dengan semangat Harkitnas. Nampak wajah bahagia para pengantin dan riuh tamu undangan ketika dinyatakan SAH nampak air mata bahagia menetes disaksikan tamu undangan dan awak media yang meliput. Para pengantin mendapatkan fasilitas gratis; biaya nikah, mahar, cincin kawin, bermalam dan berbulan madu, busana dan rias, dokumentasi, pelaminan penjor jawa, tasyakuran kerakyatan, paket sayuran dan tak lupa para tamu undangan yang hadir mendapatkan benih lombok yang dapat ditanam di rumah untuk kebutuhan sehari-hari dan dapat meningkatkan produktifitas keluarga. Dengan adanya paket sayuran tersebut dapat meringankan kebutuhan.

Bagi masyarakat yang masih ingin menikah gratis insyaalloh digelar kembali tanggal 29 Mei di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo dan tanggal 8 Juni di STTKD Yogyakarta, terbuka umum serta gratis full fasilitas, silahkan mendaftar ke Fortais Indonesia atau hotline 081 579 08 232. Info lebih lanjut di instagram @nikahbareng dan @golek_garwo. (H.Ryan Budi Nuryanto, SE/Antok Wesman-Impessa.id)