Feature

October Meeting, Contemporary Music and Musicians 2020 via Live Daring dan Video Tapping

October Meeting, Contemporary Music and Musicians 2020 via Live Daring dan Video Tapping

October Meeting, Contemporary Music and Musicians 2020 via Live Daring dan Video Tapping

Impessa.id, Yogyakarta: Pada tanggal 31 October 2020, October Meeting -Contemporary Music & Musicians (CMM) telah melangsungkan agenda tahunannya yang kelima sejak 2016. Kegiatan itu diselenggarakan secara live daring dan beberapa dengan video tapping. Adapun tujuannya mengacu pada pembuatan konten audiovisual berbasis literatur, sehingga konten-konten yang dihadirkan bisa menjadi acuan-acuan pihak yang ingin mempelajari, meneliti, ataupun hanya sebagai referensi ilmiah.

Tema yang diambil adalah “Harmonic Turbulence”, yang diartikan sebagai “Saling Mempengaruhi dan Selaras”. Tema itu dipilih sebagai ide yang abstrak untuk melihat atau mencermati perkembangan musik kontemporer yang berkembang sampai kini, dalam kasus aural. Prosesnya kurang lebih dengan mendorong terjadinya harmoni secara sedemikian rupa, dari proses pencampuran berbagai unsur musikal dan hal-hal terkait. Kata turbulence (turbulensi) dipilih karena unsur-unsur yang dicampur tadi saling mengikap satu sama lain, bergolak tidak teratur, dan bergejolak secara dinamis. Harapannya; batasan-batasan yang tercipta untuk kekuratoran musik kontemporer lebih presisi, dengan ketelitian yang sebisa mungkin akurat.

Acara pembuka berupa Wicara Musik/Talkshow dengan tema “Titik Terang menuju Penyair Bunyi” bersama pembicara Ni Nyoman Srayamurtikanti dan Septina Rosalina Layan sebagai host. Mereka memantik pembahasan tentang perkembangan karir wanita sebagai penyair bunyi atau komponis di Bali yang tidak semasif kaum pria. Acara diselenggarakan melalui Google Meet yang disiarkan secara live di kanal Youtube October Meeting pada pukul 10.00-11.30 WIB.

Acara kedua masih dengan pertemuan via Google Meet serta disiarkan live via Youtube October Meeting pada jam 12.30-14.00 WIB, yaitu Diskusi Terbuka dengan tema “The Death of Composers...?”. Pembicara adalah Dewa Alit, Henry Yuda Oktadus, Julius Catra Henakin, Dion Nataraja, dengan host Marisa Sharon Hartanto, sebagai hasil kerjasama antara October Meeting dengan ICC (Indonesian Composers Collective). Mereka memantik pembahasan tentang tahun 2020 yang menjadi penanda besarnya intensitas digital di zaman virtual di dalam ruang lingkup musik yang ditandai dengan munculnya banyak pertunjukan digital, wilayah lain dari ruang fisik yang ada.

Acara ketiga yaitu International Concert yaitu “Remote Live Coding Multinational” yang berlangsung pada pukul 20.00-20.30 WIB, melibatkan Supercontinent Ensemble, yaitu ansambel Live Coding dari berbagai negara seperti India, UK, Afrika Selatan, Kanada, dan Jepang. Teknis konsernya ialah Live Coding dari negara masing-masing menggunakan Estuary (website untuk remote live coding), lalu tampilan sesi tersebut dibroadcast dari India, kemudian ditransmisikan ke Youtube October Meeting. Live Coding merupakan fenomena baru dalam komputer musik abad 21, dimana relasi antara manusia dan mesin menjadi intim, langsung tanpa jeda, dan tidak lagi tergantung pada ruang fisik pertunjukan.

Selain ketiga acara di tanggal 31 Oktober 2020 tersebut, acara lain terselenggara melalui Tapping. Diantaranya ada Music Lecture yang diisi oleh Jay Afrisando, yang di-tapping dari Minnesota, Kanada. Kemudian ada Concert Talk yang diisi oleh Mahamboro yang di-tapping dari Zeal Music, Godean, Yogyakarta. Lalu Afternoon Concert yang diisi oleh Jono Terbakar dan Bagaskoro Byar Sumirat. Jono Terbakar di-tapping dari markas Penerbit AMT di Sewon, Yogyakarta, sementara Bagaskoro Byar Sumirat di-tapping dari kompleks Alun-Alun Selatan Yogyakarta. Terakhir, Closing Concert yang diisi oleh Aldo Ahmad beserta kawan-kawannya, di-tapping dari markas Penerbit AMT di Sewon, Yogyakarta. Semua peluncuran video tersebut berada di kanal Youtube October Meeting yang berlangsung di rentang tanggal 1-7 November 2020.

October Meeting - Contemporary Music & Musicians (CMM) telah menjadi acara (event) pertemuan tahunan yang diinisiasi oleh Art Music Today (Indonesia) dan Trace21 (Belanda) yang memiliki kesamaan visi mengenai perlunya menghadirkan ruang pertemuan pelaku dan penikmat musik. Ruang itu dapat berwujud konser, serta berbagai lokakarya seperti gelar wicara atau talk show, diskusi, konser kuliah, pelatihan, dan juga laboratorium terbuka.

Pertemuan itu mengacu pada aktifitas musik kontemporer yang tidak dilekatkan pada gaya tertentu, namun lebih fokus pada ide, pikiran artistik, yang memberi warna pada kehidupan musik yang sedang terjadi saat ini. Secara substantif, October Meeting –CMM, dirancang untuk mempertemukan musisi, komponis, dan publik yang selalu menjadi poros utama berkembangnya kebudayaan musik khususnya di Tanah Air.

October Meeting “Harmonic Turbulence” 2020, mendapat dukungan dari berbagai pihak, diantaranya, Rekam Bergerak, Penerbit AMT, G-Art Management, Seruni, Total Perkusi, Pika Percussion, dan Zeal Music. Kegiatan ini juga bermitra dengan media seperti Musikjogja, Grace Art Event, Ruang Kerja Creative, Acara Seni, All You Can Art, Impessa.id, Java Timeline, Jogja Update, Ykvvknd, Koloni Gigs, Street of Jogja, Suaraanda, Times Indonesia, Guyon Angkring, dan Bilik Musik. (Feature Impessa.id by Grace-Antok Wesman)