Event

Sepuluh Seniman Muda Nyantrik Di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja Yogyakarta.

Sepuluh Seniman Muda Nyantrik Di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja Yogyakarta.

Sepuluh Seniman Muda Nyantrik Di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja Yogyakarta.

Impessa.id, Yogyakarta : Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) bersama Bakti Budaya Djarum Foundation kembali memberikan beasiswa program Seniman Pasca-terampil kepada 10 seniman muda dari berbagai daerah di Indonesia.

Selama 10 bulan, seniman-seniman muda itu mengikuti uji ketahanan dan kreativitas, melalui fasilitasi proses penciptaan, pelatihan dan lokakarya untuk menciptakan sebuah karya. “Kami harap, para seniman program Seniman Pasca-terampil bisa terus mengasah kemampuannya sehingga karya-karya yang mereka ciptakan dapat menginspirasi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas dan mencipta karya,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

Sekilas sejarah berdirinya PSBK pada tahun 1978, seniman Bagong Kussudiardja, menggagas PSBK sebagai lembaga pendidikan kesenian non formal berwujud padepokan seni. Pak Bagong mendorong para cantrik-mentrik (siswa) belajar kesenian sekaligus mengolah rasa agar mampu mengabdikan dirinya kepada masyarakat.

Nilai-nilai tersebut diteruskan oleh PSBK melalui program residensi Seniman Pasca-terampil yang sejak 2014 fokus pada pengembangan diri seniman baik pengetahuan, keterampilan, maupun kualitas pribadinya.

Program Hibah Seni PSBK 2019 Untuk Seniman Menciptakan Karya Baru, selain beasiswa program residensi Seniman Pasca-terampil, PSBK turut memberikan Hibah Seni PSBK kepada lima seniman individu/kelompok untuk menciptakan karya baru berdasarkan gagasan yang diajukan. Hasil penciptaan gagasan tersebut dijadwalkan dipersembahkan pada ruang presentasi seni pertunjukan Jagongan Wagen PSBK.

Kelima seniman tersebut adalah Ela Mutiara (Seni Tari) dari Sukabumi, Kelompok Gamelan Kalatidha yang berasal dari Wonogiri, Guntur Nur Puspito (Seni Musik) dari Bantul, Andita Purnama Sari (Seni Teater, Musik) dari Bekasi, dan Habiburrachman (Seni Teater) asal Sleman.

Fasilitasi Hibah Seni PSBK meliputi akses studio penciptaan, perlengkapan artistik panggung, publikasi dan dokumentasi, dan dukungan dana. Hibah Seni PSBK merupakan sebuah investasi berharga pada seniman muda untuk mendukung eksperimen dan inovasi artistiknya, tanpa terkendala hal komersial yang sering menghambat proses kreatif mereka.

Seniman dapat fokus berkarya tanpa dibebani sewa gedung atau keperluan publikasi acara, misalnya. PSBK percaya bahwa dengan dukungan kuratorial dan produksi presentasi karya, seniman dapat meningkatkan praktik penciptaan, serta mewujudkan gagasan artistiknya kepada masyarakat dengan lebih baik.

Memasuki tahun ketiga pelaksanaannya, Hibah Seni PSBK telah menciptakan berbagai kesempatan bagi seniman yang karyanya diproduksi dan disajikan perdana di PSBK untuk dibawa ke ruang presentasi lain di Indonesia maupun mancanegara. Hal ini merupakan indikator pertumbuhan kualitas sumber daya manusia sektor seni yang baik.

PSBK berharap adanya partisipasi mitra-mitra baru untuk berinvestasi pada infrastruktur seni budaya, agar program ini semakin berdampak luas.

Melanjutkan spirit maestro seni Indonesia Bagong Kussudiardja, PSBK mewujudkan diri sebagai art center dengan misi mendukung pengembangan kreatif seniman dan masyarakat umum untuk terus terhubung pada nilai-nilai seni dan budaya, keberlanjutannya, dan penciptaan nilai-nilai budaya melalui seni.

PSBK hadir sebagai laboratorium kreatif, tempat berkumpul, ruang presentasi karya seniman dari berbagai disiplin. PSBK menghadirkan karya seniman-seniman muda, memfasilitasi riset-riset artistik dan pengembangan profesional, dan merancang program-program untuk meningkatkan community engagement dan pengembangan jaringan melalui kesenian. (Donnie/Antok)