PATRA PADI Gelar Haul Ke-171 PANGERAN DIPONEGORO, 8 Januari, Di Dalem Tegalrejo, Monumen Diponegoro Yogyakarta
PATRA PADI Gelar Haul Ke-171 PANGERAN DIPONEGORO, 8 Januari, Di Dalem Tegalrejo, Monumen Diponegoro Yogyakarta
Impessa.id, Yogyakarta, Indonesia, 8 Januari 2026: Paguyuban Trah Pangeran Diponegoro -PATRA PADI, hari ini, Kamis Kliwon, 8 Januari 2026, menggelar Haul Ke-171 Bendoro Pangeran Haryo -BPH Diponegoro, dalam tema “Merajut Tali Silaturahmi Dalam Warisan Perjuangan”, bertempat di Dalem Tegalrejo, Monumen Diponegoro Yogyakarta.
Haul Ke-171 Tahun Pangeran Diponegoro itu diawali dengan Khataman Qur’an dan Doa Khotmil Qur’an, mulai jam 6.30 pagi hingga pukul 4.30 sore harinya, oleh Majelis Hafidz Bantul. Dilanjutkan dengan iringan musik rohani dari Panti Asuhan Difabel Bina Siwi. Selama 30 menit berikutnya, di isi program “Cinta-Bangga Paham Rupiah” oleh perwakilan Bank Indonesia DIY.
Acara dilanjutkan dengan musik Hadroh bersama Panti Asuahn sasana Kreatif Mandiri. Setelah break Sholat Maghrib, hingga pembukaan pada pukul 20 WIB, ditampilkan Sholawatan dan Mahalul Qiyam oleh Pengajian Taman Surga Tegalrejo, serta pembacaan Yasin, Tahlil dan Istighosah oleh Seikh Abu Zaki As-Sangafuri Al-Hadhrami dari Malaysia.
Pemberian santunan kepada yatim-piatu mewarnai pembukaan berupa sambutan-sambutan, dimulai dengan sambutan oleh Ketua Panitia, R Dwi Akseptoro, disambung samabutan oleh Ketua Umum Paguyuban RM M. Saiful, lalu sambutan oleh Danrem 072 Pamungkas Brigjen TNI Bambang Sujarwo, dan sambutan dari Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono. Manaqib Pangeran Diponegoro disampaikan oleh Ustad Yaser Arafat, dan Mauidah Khasanah dipimpin oleh KH Muhammad Nilzam Yahya, serta doa penutup dipimpin oleh Seikh Abu Zaki As-Sangafuri.

Sustono Auri Handoko selaku humas panitia menuturkan, 171 tahun yang lalu, tepat pada Tanggal 8 Januari 1855, BPH Diponegoro, Pemimpin tertinggi Perang Jawa 1825-1830 berpulang ke Rahmatullah dalam usia 69 tahun. Tunai sudah janji bakti Sang Pangeran untuk mengabdi kepada Ibu Pertiwi. “Dengan segenap perjuangan dan pengorbanannya, beliau beserta para pengikutnya telah mengukir sejarah perjuangan bangsa dengan tinta emasnya,” tuturnya.
Bertempat di Dalem Tegalrejo, Monumen Diponegoro Yogyakarta, Paguyuban Trah Pangeran Diponegoro (Patra Padi) menyelenggarakan Acara Peringatan Haul Ke-171 Tahun BPH Diponegoro (8/1/2026). “Selain mendoakan beliau, Peringatan haul ini bertujuan untuk memperkuat silaturahmi Trah Diponegoro, para pemangku kepentingan dan Masyarakat,” imbuh Sustono.
Dengan mengambil tema: “Merajut Silaturahmi Dalam Warisan Perjuangan”, Peringatan Haul ini diadakan sebagai wujud dari penghormatan dan sikap memuliakan terhadap sosok pahlawan nasional, BPH Diponegoro, ungkap Ketua Panitia Haul, R. Dwi Akseptoro TY, Amd IP, ST. (Yuki).
Sebagai informasi, Pada Bulan November 2025 yang lalu, Patra Padi telah melakukan re-organisasi, yakni pemilihan Ketua Umum Periode 2025-2029. Pergantian kepemimpinan itu merupakan amanat AD/ART organisasi, di mana proses estafet kepemimpinan dari Rahadi Saptata Abra - Trah Diponegoro Yogyakarta, dilanjutkan oleh Saiful Achmad Diponegoro - Trah Diponegoro Makassar. Bagi Patra Padi, hal ini bukan sekadar pergantian ketua umum semata, namun juga sebuah simbol bahwa spirit Diponegoro tak hanya milik Jawa, namun juga milik Nusantara, khususnya Sulawesi.
“Dengan digelarnya Peringatan Haul BPH Diponegoro Ke-168 Tahun, berharap kita dapat meneladani nilai-nilai kepahlawanan BPH Diponegoro dalam kehidupan sehari-hari serta muncul Diponegoro-Diponegoro muda, yang selalu berkhidmat kepada Ibu Pertiwi,” tutup Sustono.

Paguyuban Trah Pangeran Diponegoro
Organisasi Patra Padi didirikan pada tanggal 11 November 2015 berdasarkan Akta Notaris Rio Kustianto Wironegoro, SH, M.Hum No. 01 Tanggal 6 Januari 2016 dan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-0015022.AH.01.07 Tahun 2016 tentang Pengesahan Pendirian Badan Hukum Perkumpulan Trah Pangeran Diponegoro. (Sustono Auri Handoko/Antok Wesman-Impessa.id)
