UNY-Guru PAUD Kolaborasi Membangun Kepercayaan Diri Di Panggung Bicara
Impessa.id, Yogyakarta, Indonesia, 13 September 2025: Riuh tepuk tangan dan gelak tawa sesekali pecah di ruang pertemuan Kantor DPD RI DIY, Sabtu (13/92025). Enam puluh guru PAUD dari berbagai wilayah Kota Yogyakarta larut dalam suasana hangat Workshop Public Speaking yang digelar oleh Program Studi Sastra Inggris Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sebagai bagian dari program Pengabdian Masyarakat (PkM).
Workshop dirancang untuk membekali guru PAUD dengan keterampilan berbicara di depan umum, baik di kelas maupun di forum professional, agar mereka tampil lebih percaya diri, komunikatif, dan inspiratif.
Dalam sesi pembukaan, Dr. Rachmat Nurcahyo, SS, MA, narasumber utama sekaligus ketua tim PkM, menegaskan bahwa guru adalah komunikator utama di kelas. “Guru PAUD tidak hanya menyampaikan materi, tetapi harus mampu menghidupkan cerita, mengatur tempo vokal, dan membangun kedekatan emosional dengan anak-anak,” ujarnya. Materi workshop dikemas dalam dua dimensi. Pertama, public speaking untuk kelas, yang mengasah kemampuan bercerita, penggunaan intonasi dan tempo suara, serta gaya komunikasi yang sesuai perkembangan kognitif dan emosional anak usia dini. Kedua, public speaking untuk konteks profesional, yang melatih guru menghadapi forum orang tua-guru, rapat formal, hingga presentasi di depan tokoh masyarakat.

Yang menarik adalah cara penyampaiannya. melalui games, simulasi, dan latihan dramatisasi cerita. Peserta diajak mencoba berbicara dengan intonasi berbeda, mengulang cerita dengan tempo cepat dan lambat, bahkan berimprovisasi dengan gerakan sederhana. Metode interaktif ini membuat peserta tidak hanya belajar, tetapi juga merasakan langsung pengalaman tampil sebagai pembicara. Selain Dr. Rachmat, hadir pula dosen pengabdi Dr. Andy Bayu Nugroho, SS, MA, Dindadari Arum Jati, SS, MHum, dan Regita Sekar Arum, SS, M.Li yang memberi inspirasi melalui sesi praktik langsung. Mereka mencontohkan bagaimana mengolah suara agar tidak monoton, memanfaatkan gesture untuk memperkuat pesan, dan membangun kontak mata dengan audiens.
Antusiasme peserta tampak dari testimoni mereka. Renti Yuni, S.Pd, Kepala Candice Kids, mengaku lebih percaya diri setelah mengikuti pelatihan ini. “Kami sangat senang dengan pelatihan ini. Rasanya lebih pede saat harus tampil berbicara, baik di kelas maupun di depan orang tua,” tuturnya. Apresiasi juga datang dari Maya Veri Oktavia, S.Pd, M.Pd, Ketua PAUD Kota Yogyakarta. “Acara ini sungguh bermanfaat bagi para pendidik PAUD. Kami berterima kasih kepada para narasumber yang sudah memperhatikan peningkatan kualitas guru PAUD, dan berharap kedepannya masih diadakan acara serupa dengan fokus yang lebih beragam,” ujarnya.
Workshop ini tidak hanya menambah keterampilan teknis, tetapi juga memberi ruang bagi guru PAUD untuk tampil, bereksperimen, dan berani mengeksplorasi gaya komunikasinya sendiri. Sebuah langkah kecil yang berdampak besar: membentuk guru yang mampu mengajar dengan kata-kata yang menghibur, menginspirasi, sekaligus menyentuh hati anak-anak. (Humas UNY/Antok Wesman-Impessa.id)

