Event

Seminar Nasional Prodia: Dampak Gangguan Pencernaan Bagi Kesehatan Mental

Seminar Nasional Prodia: Dampak Gangguan Pencernaan Bagi Kesehatan Mental

Seminar Nasional Prodia: Dampak Gangguan Pencernaan Bagi Kesehatan Mental

Impessa.id, Yogyakarta: PT Prodia Widyahusada Tbk (Prodia) merayakan Hari Jadi Ke 50+1, tepatnya pada 7 Mei, dengan menggelar seminar nasional sebagai komitmen untuk mengedukasi dan meningkatkan awareness masyarakat Indonesia mengenai kesehatan. Mengusung tema “Gut Health, Mind Health: Nurturing Your Gut for Healthier and Happier Mind”, seminar nasional berlangsung di Sheraton Mustika Yogyakarta, pada Minggu (19/5/2024) dengan dihadiri oleh 120 peserta umum. Turut hadir M. Diah Fibriani selaku Regional Head Prodia Jawa Tengah dan DIY serta Apt. Ronimatul Hayati, SSi, Branch Manager Prodia Yogyakarta.

(Eko Rahmadi, Kepala Bidang SDK Dinas Kesehatan Yogyakarta)

Dalam sambutannya, Eko Rahmadi, Kepala Bidang SDK Dinas Kesehatan Yogyakarta, mengungkapkaan bahwa gangguan kesehatan saluran pencernaan di masyarakat Yogyakarta cukup banyak sehingga awareness masyarakat tentang bagaimana menjaga terhadap kesehatan saluran pencernaan masih perlu ditingkatkan. Prodia berperan dalam memberi edukasi dan informasi untuk meningkatkan awareness kesehatan, salah satunya dengan secara rutin mengadakan seminar dan webinar. Menurutnya, kesehatan adalah investasi, dan melakukan medical check-up rutin menjadi salah satu kuncinya.

(Apt. Ronimatul Hayati, SSi, Branch Manager Prodia Yogyakarta)

Apt. Ronimatul Hayati, SSi, Branch Manager Prodia Yogyakarta., menyampaikan Yogyakarta sebagai kota ke-5 penyelenggaran seminar nasional Prodia yang diadakan di 11 kota besar sepanjang tahun 2024 dengan tujuan menjangkau lebih banyak masyarakat untuk menyadari keterkaitan kesehatan pencernaan dengan kesehatan mental sebagai upaya mencapai optimal wellness.

Acara menghadirkan diskusi bersama narasumber, dr. Ni Luh Putu Swastiyani, dr. Theressia Handayani, M.Biomed (AAM), dan Apt. R. Beppy Hamuaty, S.Si, M.Kes selaku Regional Marketing Manager Prodia, serta Dyodoran mewakili foodgrammer, konten digital anak muda yang menggeluti dunia kuliner. Diskusi membahas pentingnya kesadaran setiap individu dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan dan organ pendukung lainnya agar tidak berdampak pada masalah fisik dan mental.

(dr. Ni Luh Putu Swastiyani Purnami Sp.PD)

Dalam pemaparannya, dr. Ni Luh Putu Swastiyani Purnami Sp.PD, menyampaikan “Sistem pencernaan sangat esensial dalam kerja tubuh manusia yang terlibat untuk pemecahan makanan menjadi zat-zat yang dapat diserap tubuh. Oleh karenanya, proses ini melibatkan organ-organ yang bekerja sama untuk mencerna makanan, yaitu mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, dan anus. Namun, jika tidak dijaga kesehatannya, terdapat berbagai gangguan yang dapat terjadi pada sistem pencernaan. Untuk itu, penting untuk mengidentifikasi dan mengelola gangguan pencernaan dengan segera.”

Ditambahkan beberapa masalah pada sistem pencernaan dapat terjadi mulai dari gangguan ringan hingga tingkat serius. Misalnya, dispepsia, gastroenteritis, sindrom iritasi usus besar, sindrom usus besar tak sehat, GERD, kanker, dan sebagainya. Adanya masalah atau gangguan pada system pencernaan akan berdampak juga pada kesehatan mental, hal tersebut terjadi dikarenakan adanya gut-brain axis.

Dijelaskan, peran mikrobiota usus dalam memengaruhi tingkat stres seorang individu melalui perannya pada aksis Hipotalamus-Pituitari-Adrenal (HPA). Sehingga, ketika terjadi ketidakseimbangan mikrobiota usus akan memicu peningkatan kadar hormon yang dihasilkan. Hal ini dapat menyebabkan kenaikan tekanan darah, kadar gula darah, dan disfungsi seksual.

dr. (dr.Theressia Handayani, M.Biomed AAM)

Sedangkan dr Theressia Handayani menyataikan bahwa good life style sangat membantu upaya menjaga kesehatan pencernaan. Kesehatan usus berperan penting dalam banyak sekali aspek kesehatan termasuk jiwa. "Pola hidup sehat menjadi kunci, hindari kebiasaan hidup yang akan mengganggu sistem pencernaan dan biasakan mengkonsumsi makanan segar bujan kemasan," uajrnya.

Sementara itu, Beppy Hamuaty, MKes menjelaskan “Gangguan pada pencernaan seringkali diabaikan, padahal akibatnya dapat berdampak pada kesehatan secara keseluruhan. Pemeriksaan laboratorium juga perlu dilakukan untuk deteksi dini adanya gangguan jika terjadi gejela pada saluran pencernaan”

(Apt. R. Beppy Hamuaty, S.Si, M.Kes)

“Contohnya, gangguan pada keseimbangan mikrobiota usus dapat menimbulkan beragam penyakit, karena mikrobiota di saluran pencernaan turut memengaruhi kerja otak dan perilaku, serta kondisi psikologis seseorang. Maka dari itu, Prodia menyediakan pemeriksaan untuk mengetahui keseimbangan mikrobiota usus yang bernama ProHealthy Gut," imbuh Beppy.

Apt Ronimatul Hayati kepada wartawan menjelaskan bahwa roadshow seminar nasional yang diadakan di 11 kota tersebut merupakan upaya Prodia secara konsisten didalam mengedukasi masyarakat melalui kegiatan yang ilmiah, namun tetap menyenangkan dan interaktif. Dengan mengambil tema pencernaan sekaligus hubungan antara kesehataan percernaan dan mental, Prodia ingin memperkenalkan layanan terkait mental melalui aplikasi U by Prodia diantaranya Panel Mental Wellness Simple hingga komprehensif yang lebih personalized tetap dengan pendampingan dokter ahli yang bisa diakses melalui fitur chat with doctor.”

(Apt. Ronimatul Hayati, SSi, Branch Manager Prodia Yogyakarta)

“Melalui seminar ini, masyarakat dapat mengetahui cara mencegah risiko gangguan pencernaan dengan mengonsumsi makanan bergizi yang kaya akan serat dan probiotik, berolahraga secara teratur, memiliki waktu tidur berkualitas, serta melakukan pemeriksaan kesehatan rutin terutama bagi sistem pencernaan. Prodia memiliki pemeriksaan Prohealthy Gut yang dikhususkan bagi pemeriksaan kesehatan pencernaan yang lengkap untuk mengevaluasi kesehatan pencernaan secara umum yang dapat menggambarkan keseimbangan mikrobiota usus,” ungka Bu Nanik, sapaan akrabnya.

Acara diskusi berlangsung interaktif dan mendapatkan kesan positif dari peserta yang dibuktikan dengan antusiasme peserta dalam mengajukan pertanyaan kepada narasumber. Selain seminar, diadakan juga pemeriksaan gratis gula darah, asam urat, fungsi hati, dan kolesterol bagi peserta. Selain seminar nasional, Prodia juga melangsungkan seminar nasional dokter di 12 kota besar di Indonesia sepanjang tahun 2024.

Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi www.prodia.co.id, atau menghubungi Reskia Dwi Lestari, Marketing Communication Manager PT Prodia Widyahusada Tbk. Ph. +62-21-3144182, E-mail reskia.dwi@prodia.co.id. (Tim Humas Prodia/Mikha/Antok Wesman-Impessa.id)