Event

Teater Musikal BullyBully Dari Belanda Pentas Di Yogyakarta.

Teater Musikal BullyBully Dari Belanda Pentas Di Yogyakarta.

 Adegan teater musikal BullyBully dari Belanda pentas di ISI Yogyakarta dan Pendhapa Art Space Dongkelan Ringroad Selatan (Foto:Istimewa).

Impessa.id, Yogyakarta: 'Maas Theater & Dance' asal Belanda pentas teater musikal terbaru 'BullyBully', kali pertama digelar di Indonesia. Pementasan teater musikal itu membuka wawasan tentang isu serius dengan cara yang menyenangkan dan mudah diakses, baik oleh anak-anak maupun orang dewasa.

Pertunjukan didukung oleh Pusat Kebudayaan Belanda Erasmus Huis dan tampil di Taman Budaya Jambi (9-10 Januari), Erasmus Huis Jakarta (13-14 Januari), kemudian di Auditorium Fakultas Seni Pertunjukan Jurusan Teater ISI Yogyakarta Jalan Parangtritis KM 6, 5, Sewon, Bantul, Rabu sore, 18 Januari 2023 pukul 15.00 WIB.

Setelah pentas di ISI Yogyakarta, mereka tampil kedua di Pendhapa Art Space -PAS Jalan Prof Dr Wirjono Projodikoro, RingRoad Selatan, Tegal Krapyak RT 01, Panggungharjo, Sewon Bantul, Kamis sore (19/1). Sesi 1 pukul 14.00 WIB dan Sesi 2 pukul 16.30 WIB.

Apa kesamaan antara balita dan pemimpin dunia? Teater musikal 'BullyBully' membuka wawasan kepada penonton tentang benturan dua kekuatan dunia yang belajar bertemu ditengah. Dikonseptualisasikan dan disutradarai oleh René Geerlings, teater musikal tersebut menampilkan dua pemain, banyak lagu, pertengkaran lucu, dan berakhir bahagia.

"Saya sangat senang BullyBully bisa pentas keliling di berbagai kota di Indonesia. Dalam 'BullyBully', karya adalah ide bagus untuk mengambil isu besar rumit dan membentuknya menjadi sesuatu yang berada pada tingkat pemahaman balita. Saya percaya bahwa anak-anak di mana pun di dunia ini harus dapat mengungkapkan pikiran mereka dan bersikap kritis terhadap lingkungan sekitar. Orang dewasa sering berpikir bahwa mereka tahu yang terbaik, tetapi kita tidak boleh lupa mendengarkan anak-anak,” ujar Geerlings.

Pada tahun 2021, Erasmus Huis menayangkan pertunjukan secara daring (online) 'Whoops' yang juga karya Maas Theater and Dance. Tahun 2023, Erasmus Huis berharap menarik penonton muda untuk datang dan menonton pertunjukan secara langsung. Sebuah pergelaran untuk seluruh keluarga.

Di Belanda, seni pertunjukan untuk anak memiliki kualitas yang tinggi. Anak-anak dianggap serius oleh para penampil opini, perasaan, dan penilaian anak-anak adalah nyata, belum dipengaruhi oleh kondisi politik ataupun ekonomi.

"Kelompok teater yang membawa 'BullyBully' ini, adalah Maas Theater and Dance, salah satu kelompok teater terbesar dan terpenting di Belanda. Saya sangat bangga dapat mempresentasikan pertunjukan peraih penghargaan ini di Indonesia," kata Direktur Erasmus Huis Yolande Melsert.

Direktur Pendhapa Art Space Ganes Satia mengungkapkan, “Pendhapa Art Space, sangat senang bisa bekerja sama lagi dengan Erasmus Huis. Sebelumnya, Erasmus Huis, menggelar pameran World Press Photo 2022. Tahun ini bekerja sama lagi, menggelar pentas teater musikal menampilkan kelompok Maas Theater and Dance dari Belanda”, tuturnya.

PAS sebuah ruang seni yang didirikan oleh Dunadi pematung Yogyakarta. Dunadi, menyediakan fasilitas untuk penyelenggaraan kegiatan seni dan budaya bagi para seniman dan masyarakat. Selain memiliki ruang galeri pameran seni dan ruang pertunjukan, PAS juga dilengkapi ruang latihan, alat musik gamelan, fasilitas panggung terbuka. (Khocil Birawa/Antok Wesman-Impessa.id)