Ekonomi-Bisnis

Konser Bertajuk Bangsa Pemberani Sembilan Band Cadas, Di Gedung JEC Yogyakarta, Sabtu, 29 Juli 2022

Konser Bertajuk Bangsa Pemberani Sembilan Band Cadas, Di Gedung JEC Yogyakarta, Sabtu, 29 Juli 2022

Konser Bertajuk Bangsa Pemberani Sembilan Band Cadas, Di Gedung JEC Yogyakarta, Sabtu, 29 Juli 2022

Impessa.id, Yogyakarta: Pandemi nyaris berlalu dan berdampak pada banyak perubahan, baik sosial, ekonomi maupun perilaku manusia. Pada titik ini, kita memasuki masa transisi menuju perubahan-perubahan itu. Namun, tak setiap orang mampu menghadapinya dengan tegap dan langkah gagah. Kondisi yang hampir serupa pernah dialami oleh kelompok-kelompok musik yang kini telah membentuk subkultur dalam masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan oleh Indra Shckthrpy yang merasa perlu memberikan semangat melangkah bersama untuk membentuk solidaritas kemanusiaan. “Mungkin sampai hari ini masih ada yang menumpuk utang, kesulitan cari pekerjaan, atau bahkan kehilangan harapan akibat pandemi yang panjang. Kami ingin bilang bahwa kamu tidak sendirian. Ayo, bersama-sama menjadi Bangsa Pemberani. Jangan takluk pada keadaan,” ujar salah satu founder event dan penggebuk drum untuk band Shckthrpy tersebut dalam siaran pers pada hari Rabu (13/07/2022).

Konser musik ini digagas oleh empat orang, yaitu Gandi Suryo, Kuncung MC, Popo Java, dan Indra Shckthrpy. Indra menjelaskan, konser bertajuk “Bangsa Pemberani” tersebut merupakan kerja sama dengan banyak pihak, utamanya dengan Java&Co dan Off the Record. Kegiatan itu direncanakan digelar setiap tahun di kota-kota yang berbeda, tetapi dengan judul yang sama. Tahun 2022 di Yogyakarta, tahun depan mungkin di Jakarta.

Terkait judul kegiatan “Bangsa Pemberani”, Gandi menyampaikan bahwa konser itu mengajak masyarakat untuk bersikap berani, entah pada apa pun, terlebih masih adanya dampak Covid-19 yang menerpa selama lebih dari dua tahun. Bangsa Pemberani diambil sebagai sikap berkesenian.

“Genre yang ditampilkan nanti ada punk, hardcore, metal, dan rock. Lintas genre ini memiliki bahasa-bahasa perlawanan yang lugas, maka konser ini bisa jadi pembangkit semangat untuk melawan keadaan yang relatif sulit sekarang ini. Makanya, namanya juga bangsa pemberani. Harus berani, dong. Juga merupakan sikap berkesenian kami sebagai bagian dari bangsa ini,” ungkap road manager band Zima tersebut.

Sembilan band yang turut manggung adalah Zima, Something Wrong, Marjinal, Papper Gangster, Electrona, Karna Mereka, Shckthrpy (Shockterapy), Rebellion Rose, dan Substar. Konser hadir dengan format penampilan band-band lokal yang disandingkan dengan band nasional.

“Tidak hanya band lokal di kota pelaksanaan konser, ya. Namun band lokal kota lain bisa juga manggung. Misalnya tahun ini di Jogja, band dari Semarang juga bisa manggung di sini. Asalkan genre dan sikap berkeseniannya sama dengan kita. Tentu saja ada kurasi dari penyelenggara,” ungkap Kuncung, MC kondang asal Yogyakarta.

Dengan band-band tersebut, Ari Prabowo atau akrab disapa Popo mentargetkan penonton hingga 3000 orang. Dengan kapasitas gedung dan sound yang memadai, ia optimis bahwa konser yang diselenggarakan di Jogja Expo Center (JEC) berjalan dengan baik dan menarik banyak pihak.

“Sengaja kita memiliki JEC, yang biasanya digunakan untuk konser pop atau dangdut. Kali ini kita geber dengan punk, hardcore, metal, dan rock. Apalagi legenda musik punk dipastikan hadir, yaitu Marjinal,” kata direktur Java&Co tersebut.

Lebih lanjut, Popo menjelaskan bahwa konser yang berlangsung Sabtu, 29 Juli 2022, dimulai pada pukul 13.00 hingga 22.00 WIB. Sementara untuk tiket bisa dipesan online melalui https://bangsapemberani.com/. Ia mengharapkan penonton tetap tertib dan menerapkan protokol kesehatan demi kesuksesan bersama.

Rencananya, selain konser musik, penyelenggara juga menggaet Polda DIY untuk mengadakan aksi sosial berupa vaksinasi booster Covid-19 untuk masyarakat. Vaksinasi diadakan pada pagi hari, sebelum konser dimulai. (Laili Muflihah/Antok Wesman-Impessa.id)