Ekonomi-Bisnis

Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto Bersyukur Bantuan Senilai 26.1 Milyar Untuk Penanggulangan Covid Ter-realisasi

Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto Bersyukur Bantuan Senilai 26.1 Milyar Untuk Penanggulangan Covid Ter-realisasi

Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto Bersyukur Bantuan Senilai 26.1 Milyar Untuk Penanggulangan Covid Ter-realisasi

Impessa.id, Yogyakarta: Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto mendorong Pemda DIY untuk melakukan berbagai upaya dalam penanganan Covid-19, terlebih saat ini ada ancaman gelombang ketiga, sehingga harus ada berbagai bantuan untuk mengantisipasinya.

“Kita sama-sama tahu, Covid-19 sempat sulit dilalui, maka, Komisi A DPRD DIY juga memikirkan bagaimana mitigasinya. Aspek pencegahan dan kesiapsiagaan menjadi krusial di masa seperti ini,” ungkap Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto dari Fraksi PDI Perjuangan, Jumat (5/11/2021).

Seperti diketahui, sejak Juli 2021, pembahasan tentang BTT -Belanja Tidak Terduga, mulai dibicarakan. Kemudian, pada bulan September 2021, hasil koordinasi Komisi A DPRD DIY yang diketuai Eko Suwanto, bersama dengan Satuan Polisi Pamong Praja -Satpol PP serta Paniradya Keistimewaan memastikan, BTT akan digelontorkan untuk 438 desa dan kalurahan.

“Alhamdulillahnya, Ngarsa Dalem memberikan prioritas dari penganggaran yang ada, seperti Anggaran Pendapatan Belanja Daerah -APBD dan Dana Keistimewaan -Danais, untuk menanggulangi Covid-19,” ungkap politisi muda PDI Perjuangan itu.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta tersebut menuturkan, alokasi dana yang digelontorkan ke masyarakat senilai Rp26,1 miliar dengan rincian Rp22,6 miliar untuk 392 desa. Meski begitu, hanya 391 desa saja yang teralokasi. Kemudian, sisanya senilai Rp3,5 miliar ditujukan untuk 46 kalurahan di DIY dengan detail 1 kalurahan di Kulonprogo dan 45 kalurahan di Kota Yogyakarta.

Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto mengatakan, dalam 10 hari ke depan, seluruh bantuan dari Pemda DIY ini bisa segera terdistribusi oleh Satuan Polisi Pamong Praja -Satpol PP. Bantuan itu berupa alat kesehatan, termasuk di dalamnya tabung oksigen, hazmat, sepatu boots dan oksimeter melalui kalurahan masing-masing.

“Saya kira, ini manajemen yang bagus dan bisa jadi contoh penanganan Covid-19 berbasis kedaulatan, namun, prosedurnya perlu diringkas sehingga waktu penyaluran tidak terlalu lama,” jelas Eko.

Ketua Satpol PP DIY, Noviar Rahmad, menjelaskan, di masa pandemi, Satpol PP DIY selain melakukan pembinaan terhadap Pembinaan Satuan Perlindungan Masyarakat -Satlinmas, juga Jaga Warga di setiap kalurahan.

“Kami mendapat bagian untuk membelanjakan Rp3,5 miliar itu untuk tiga kepentingan, masyarakat yang terdampak, jaga warga untuk penanggulangan Covid-19 dan untuk para lurah dan perangkat serta relawan yang mengawasi protokol kesehatan,” jelasnya. (Wuri Damaryanti/Antok Wesman-Impessa.id)