Feature

Bala Mahardhika Yogyakarta Unjuk Ketrampilan Di Galeria Mall Via Pameran Rumpi Sari

Bala Mahardhika Yogyakarta Unjuk Ketrampilan Di Galeria Mall Via Pameran Rumpi Sari

Bala Mahardhika Yogyakarta Unjuk Ketrampilan Di Galeria Mall Via Pameran Rumpi Sari

Impessa.id, Yogyakarta: Ada yang menarik ketika berkunjung ke Galeria Mall Yogyakarta, karena selama bulan Juni, tepatnya mulai tanggal 1 Juni hingga akhir Juni 2021, digelar Pameran bertajuk “Rumpi Sari” yang mengingatkan pada grup Lenong Rumpi yang popular di era 80-90-an, dimana pada dekade itu dunia seni di Indonesia sedang berada pada puncak-puncaknya, boleh dikata Era Emas Dunia Seni Indonesia, banyak talenta hebat bermunculan, banyak musisi hebat mewarnai blantika musik Tanah Air, salah satunya grup Tari Swara Mahardhika dengan dedengkotnya Guruh Soekarnoputra. Tak mau kalah dengan Jakarta, anak-anak muda Jogja yang maniak cinta banget dengan lagu-lagu karya Guruh Soekarnoputra lantas membentuk grup tari bernama Bala Mahardhika, Copy Paste gaya dan style Swara Mahardhika.

Grup tari Bala Mahardhika Yogyakarta hingga kini tetap eksis, bahkan di Hari Jadi nya yang ke-37 Bala Mahardhika yang lebih mantap ditulis BM, tampil kembali menggugah kenangan indah dimasa lalu dengan menyuguhkan tarian khas dihadapan publik, pengunjung Galeria Mall Yogyakarta, pada Sabtu sore, 5 Juni 2021, menyemarakkan pembukaan Pameran Rumpi Sari tersebut.

Heppy Lestari selaku Ketua BM Yogyakarta Periode 2019-2022 ketika ditemui Impessa.id menuturkan. “Akibat pandemi ini, kami ingin merangkul temen-temen BM yang menekuni berbagai usaha kreatif kerajinan yang terdampak Pandemi, untuk bisa bangkit kembali melalui pameran UMKM kali ini, bekerjasama dengan gerai L’Mar di Lantai 1 Galeria Mall yang dikelola Lia Mustafa, yang adalah anggota BM juga, dan untuk yang tahap pertama kami undang 10 brand milik temen-temen BM ikut pameran Rumpi Sari by Bala Mahardhika Yogyakarta,” ujarnya.

Ke-10 brand tersebut masing-masing, Griya Batik Lestari by Heppy; Teras Bunga Bella by Nining; B.eco Handmade by Wiks Soemitro; Pheryno Leather by Pheno; Estelle.acc by Ratna; Viko Aroma Theraphy by Novi Viko Collection; Zogzhashop by Evy; White Carra Living by Reni Wibowo; Ceniq Ethic by Febri Ceniq, serta ME’Hong Idea by Rani.

Mengapa dinamai Rumpi Sari? Heppy menjelaskan bahwa Rumpi Sari itu nama sebuah tarian di Bala Mahardhika. “Kami ingin kumpul lagi, rumpi lagi tapi yang berseri, ada manfaatnya, walaupun secara fisik kita sudah tidak menari di panggung lagi, tapi kita tetep bisa eksis di dunia seni yang lain, seni kerajinan maksudnya, yang punya talent membatik punya usaha batik, yang punya talent Eco-Print, usaha Eco-print, kemudian ada yang membudidayakan tanaman Anggrek, ada yang mempunyai talent dibidang jahit-menjahit kulit, ada presentasi live cara menjahit kulit untuk bisa dijadikan sebuah souvenir, dan di setiap minggu-nya kami ada live berupa fashion show hasil karya kami, disini juga,” tutur Heppy lebih lanjut.

Grup tari Bala Mahardhika Yogyakarta dengan anggota aktif sekitar 100 orang berusia dari 30 hingga 50 tahun, ternyata masih menggaung, belum lama ini, tepatnya di bulan Maret 2021, mendapat kehormatan pentas di UIN Sunan Kalijaga, mewarnai acara Syawalan Keberagaman. “Ciri khas kami yakni tarian dengan bulu-bulu, rumbai-rumbai, didominasi warna merah, pokoknya Indonesia banget deh, Pancasila banget, ditengah pandemi, pentas kami didepan undangan terbatas, men-support acara keberagaman tersebut,” imbuh Heppy yang bergabung di BM di Angkatan 13, tahun 1994.  

Ternyata untuk bisa bergabung di BM tidak semudah yang diduga, namun harus menjalani berbagai tes, termasuk tari-menari dan wawasan kebangsaan, jiwa patriotisme, jiwa nasionalisme, yang menjadikan seluruh anggota tetap bertahan, karena adanya ajaran kekompakan Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu, sejak awal masuk menjadi anggota BM.

Pembukaan Pameran “Rumpi Sari by Bala Mahardhika Yogyakarta” di Galeria Mall itu, juga dimeriahkan dengan flashmob tarian wajib yakni “Gilang Gemilang” dan “Damai”, yang semua anggota wajib bisa melakukannya tanpa adanya contekan.

Heppy yang sudah 10 tahun menggeluti dunia batik, kini membuka usahanya dengan brand Griya Batik Lestari, dengan butiknya di kawasan Krapyak. dan karyanya juga di gelar di pameran Rumpi Sari, mengajak teman-teman perajin untuk bersama-sama bangkit, tetap semangat, pasti ada jalan, salah satunya lewat pameran yang dihelat BM dilandasi semangat “Seduluran Saklawase, Merdeka Harga Mati”.

Dalam kesempatan itu, Lia Mustafa menjelaskan bahwa selaras dengan visi-misi pihak manajemen Galeria Mall yaitu mengangkat potensi UMKM di Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya yang terpuruk akibat pandemi, maka Gerai House of LMar di Galeria Mall, setiap bulannya berganti pengisinya dari komunitas yang berbeda, sehingga masyarakat semakin mendapat banyak pilihan produk yang diinginkan, meski tetap dalam ProKes ketat sesuai arturan yang telah ditetapkan, sehingga semua yang ada, baik dari pihak tenant maupun pengunjung, tetap merasa aman dan nyaman untuk berbelanja di Galeria Mall Yogyakarta. (Features of Impessa.id by Antok Wesman)