Ekuin-Bisnis

Ditengah Situasi Tak Menentu, Jogja International Furniture and Craft Fair, JIFFINA, 14-17 Maret 2020, Bisa Membukukan Transaksi Sebesar 38,5 juta US $.

Ditengah Situasi Tak Menentu, Jogja International Furniture and Craft Fair, JIFFINA, 14-17 Maret 2020, Bisa Membukukan Transaksi Sebesar 38,5 juta US $.

Ditengah Situasi Tak Menentu, Jogja International Furniture and Craft Fair, JIFFINA, 14-17 Maret 2020, Bisa Membukukan Transaksi Sebesar 38,5 juta US $.

Impessa.id, Yogyakarta : JIFFINA Ke-5, 2020, tampil ditengah kegamangan, Apakah dilanjutkan ataukah dibatalkan, tetapi, setelah melihat minat Calon Peserta dan Buyer jumlahnya meningkat, akhirnya diputuskan untuk dilanjutkan. Keputusan tersebut sebagai sebuah blessing in disguise, karena di balik merebaknya Covid-19, justru minat itu meningkat. 

Banyak pameran dan kegiatan massal lainnya ditunda pelaksanaannya bahkan ada yang dibatalkan, juga rangkaian circle pameran JIFFINA, hingga ada kelangkaan komoditi furnitur dan crafts serta aksesorisnya di pasar dunia. 

Kosongnya pasar furnitur dunia tersebut diperkuat dengan pernyataan Vernando, Buyer asal California, Amerika Serikat yang ditemui Impessa.id disela-sela suasana pameran di Gedung JEC Yogyakarta, Sabtu (14/3/2020). “Saya senang bisa hadir di Jogja ditengah kosongnya pasar furnitur dunia karena wabah Covid-19, ini untuk pertamakalinya saya melihat Jiffina Furniture Fair, ternyata pameran ini diluar ekspektasi saya, sungguh luar biasa!” ungkapnya terkagum-kagum setelah melihat sendiri Jiffina 2020.

Ketua Panitia Endro Wardoyo menuturkan bahwa hal itu seakan membenarkan ajaran China Kuna, wei-ji, ibarat mata uang logam, di balik “bahaya” ada “peluang”. Jepang mempersepsikan dengan ki-chi, bagaikan pedang bermata dua, bisa untuk “membunuh krisis” atau “bertahan survive”. Islam mengajarkan, di balik cobaan hari ini selalu ada berkah yang datang kemudian.

“Mereka yang mendapat peluang untuk maju, harus mau menanggung risiko, yang di sebaliknya tersembunyi peluang. Orang yang pasif hanya bisa meratap kalau ditimpa kesulitan, tetapi orang yang kreatif dan produktif justru bisa memanfaatkan kesulitan sebagai peluang untuk bangkit kembali dengan strategi baru,” ujar Endro Wardoyo.

“Kemudahan memang tampak enak, dan membuat terlena. Di mana seorang pengemudi mobil mengantuk? Bukan di jalan yang sulit dan sempit, melainkan di jalan yang mudah dan mulus. Pepatah Jawa mengatakan, kêsandhung ing râtâ, kêbêntus ing tawang,” imbuhnya lebih lanjut.

Banyak pihak yang mengapresiasi keberanian anak-anak muda JIFFINA kreatif yang berani taking risks. Meski tetap menjalankan standar keamanan kesehatan internasional sesuai protokol WHO - World Health Organization, untuk proteksi dan ruang isolasi serta tindakan kuratifnya.

Data terakhir dari hasil evaluasi dan laporan kinerja event JIFFINA 2020 menunjukkan tren kenaikan yang signifikan, baik dalam angka luasan Hall, jumlah Visitor dan Buyer, maupun transaksi In House yang dari tahun 2019 sebesar 76.2 juta dolar Amerika, terjawab setelah Ketua Committee Jiffina 2020 pada Selasa (17/3/2020) pukul 18.00 WIB, menutup gelaran tersebut meskipun dengan capaian yang tidak sesuai target.

“Realisasi buyer yang hadir, hampir separo lebih buyer yang registrasi tidak dapat hadir, data buyer yang registrasi hadir sebanyak 798 buyer dari 68 negara dijadwalkan hadir, pada kenyataannya yang hadir hanya 337 buyer dari 53 negara. Sedangkan visitor domestik yang terdata diregistrasi tercatat 1.487 orang, pada kenyataanya yang hadir hanya 818 orang. Total visitor dan buyer yang hadir di Jiffina 2020 sebanyak 1155 orang, Capaian ini tentu kalau dalam kondisi normal jauh dari harapan kita semua, akan tetapi saya sebagai penyelenggara patut bersyukur. Ditengah-tengah hampir seluruh pameran furniture dunia di tangguhkan, Jiffina 2020 telah berhasil diselenggarakan, dunia melihat dan mencatat, Jiffina konsisten dan mampu menjaga kepercayaan dari para Exhibitor dan Buyer, ini suatu prestasi bagi bangsa Indonesia dikancah dunia, suatu saat Jiffina akan besar dan dikenal sebagai event pameran yang diperhitungkan di dunia, tidak mudah penyelenggaraan Jiffina 2020 ditengah bencana Covid-19 yang melanda di hampir semua benua, kita patut bersyukur masih bisa membukukan transaksi sebesar 38,5 juta US Dollar, ini jauh dari target yang kita patok sebesar 80-juta US Dollar,” aku Endro Wardoyo jujur. 

“Kami sebagai penyelenggara tentu tidak bisa memuaskan seluruh pihak Exhibitor terkait transaksi yang jauh dari harapan, ada yang dapat banyak order, ada yang kurang mendapatkan order dikarenakan buyer-nya tidak hadir. Dalam kesempatan ini saya memberikan apresiasi dan ucapan Terimakasih kepada para pihak, sponsor, mitra, partner dan seluruh panitia dan para Exhibitor yang telah membantu dan memberikan support-nya terhadap suksesnya penyelenggaraan Jiffina 2020. See You At Jiffina 2021,” pungkas Endro Wardoyo.(Endro Wardoyo-Ketua Committee JIFFINA 2020/Antok Wesman-Impessa.id)