Feature

Janurku Bantul Siap Berkiprah, Di Festival Payung Dunia Candi Prambanan, Yogyakarta, 4-6 September 2020

Janurku Bantul Siap Berkiprah, Di Festival Payung Dunia Candi Prambanan, Yogyakarta, 4-6 September 2020

Janurku Bantul Siap Berkiprah, Di Festival Payung Dunia Candi Prambanan, Yogyakarta, 4-6 September 2020

Impessa.id, Yogyakarta : Pada Minggu pagi (1/3/2020) kawasan wisata Goa Selarong menjadi elok menawan, karena mulai dari Gerbang Masuk, hingga disepanjang jalan menuju Patung Putih Pangeran Diponegoro Diatas Kuda, terpajang hiasan Janur Melengkung, bahkan dibawah naungan kerindanan Pohon Beringin, terdapat Vas Rangkaian Janur berisi aneka warna bunga-bunga nan indah. Sedangkan di akar-akar beringin bergayutan ragam rangkaian janur yang lain lagi layaknya lampion kuning ke-emasan dipadu hijau muda nan segar menyejukkan. Dipastikan wisatawan yang saat itu berkunjung ke Goa Selarong terkejut sekaligus surprise disambut dengan ragam hiasan nan cantik mempesona.

Memang di hari itu, Ikatan Perangkai Bunga Indonesia -IPBI Cabang Kabupaten Bantul yang dipimpin oleh Erna Kusumawati Suharsono menggandeng Komunitas Perajin Janur dan Desain Flora di Desa Guwosari, Komunitas Difabelzone yang menekuni ketrampilan membatik motif aneka Rangkaian Janur, serta 17 perwakilan dari 17 Kecamatan se Kabupaten Bantul, Ketua Tim Penggerak PKK, menghadiri pembukaan Workshop Janurku bersama maestro perajin Janur diantaranya, Supri, Supardi, Suparjo, Maria, Buang bertempat di Pendapa Goa Selarong, Bantul, Minggu (1/3/2020).

Ketua DPD Ikatan Perangkai Bunga Indonesia -IPBI DIY, Ibu Hervia Latuconsina Budi Atmadi merasa takjub sekaligus kagum begitu melihat Pohon Beringin Raksasa di dekat Pendapa Goa Selarong dipenuhi hiasan cantik rangkaian Janur Kuning dipadu bunga dan flora, baik yang tertata apik di kaki akar-akarnya, maupun yang dipasang bergantungan di sulur-sulurnya. “Cantik sekali rangkaian janur itu, ini yang membuat saya semakin mencintai Bantul dengan perajin-perajin janurnya yang sangat piawai,” akunya jujur.

“Goa Selarong yang sarat riwayat sejarah perjuangan bangsa, harus ditata seindah mungkin, lahannya ditanami tanaman bunga hias, dirawat dan dijaga agar semakin menarik lebih banyak lagi wisatawan,” tutur Hervia Latuconsina. Dalam sambutan pembukaan workshop Janurku itu, ibu Hervia menyampaikan semakin terbukanya peluang kreasi janur Bantul memasuki kancah dunia melalui digelarnya Festival Payung Dunia di pelataran Candi Prambanan, 4-6 September 2020, yang melalui perjuangan DPD IPBI DIY, pihak panitia menyiapkan booth khusus bagi “Janurku” Bantul.

Kepada Impessa.id, Ibu Hervia mengutarakan semangatnya, “Saya selalu kepingin bahwa kita harus sepakat, DIY harus memilih Janurku ini menjadi keterampilan yang hanya ada di Bantul. Jadi Ikatan Perangkai Bunga itu dibagi-bagi fokusnya, Sleman apa, Kulon Progo apa, jadi Janur ini kan kebetulan maestronya Pak Pardi ada di Bantul, kemudian Pegiat Janur seperti mbak Wiwin, yang memang betul-betul eksis memikirkan janur, ada di Bantul, biar aja satu macem saja, dan saya tetep bercita-cita seperti janji saya, Janur ini akan saya bawa ke dunia internasional,” ungkapnya.

Lebih lanjut ibu Hervia menjelaskan, “Saya sudah ketemu mas Heru Mataya, panitia Festival Payung Dunia yang menangani event internasional memasuki tahun ke tujuh 2020 ini, saya sudah meminta untuk Janurku  Bantul dan pembatik motif Janur karya difabelzone, disatu lokasi yang akan saya tampilkan kepada masyarakat internasional. Ini ASEAN sudah mendaftar semuanya,” akunya.

Hervia Latuconsina begitu tinggi niatnya untuk melestarikan ketrampilan menrangkai Janur, sehingga pihak DPD IPBI DIY bersama Ketua Panitia Festival Payung Dunia menjadwalkan diri menghadap Gubernur, mengharapkan bahwa Kurikulum Merangkai Janur di Sekolah itu harus sudah dimulai Kelas 4 SD, untuk anak-anak mengenal Janur, sampai SMA. Supaya Janur ini betul-betul menjadi Tuan Rumah.

“Saya meminta Bu Erna harus bersama mereka kedepan. Ini aset bangsa. Saya ingin bukan hanya Bantul, tetapi bangsa Indonesia dikenal dunia dengan Janur, kita harus mendatangi kampus-kampus, pertanian juga kita tingkatkan, karena dua tahun aja Pohon Kelapa sudah bisa dipetik Janurnya. Tujuan saya Janur menjadi kurikulum pelajaran yang amat sangat berarti, dari Sabang sampai Merauke semuanya Nyiur Melambai, biarkan instrukturnya dari Bantul. Saya memang tetep kepengin agar Pohon Kelapa ini bermakna, Nyiur Melambai di seluruh Nusantara dan membawa ke dunia. Janurku Bantul sebagai motornya. Janur ini menjadi kebangggaaan bangsa. Di Festival Payung Internasional, saya ingin Bu Erna ada didepan dengan Janurku. Untuk ini saya ingin tetap dikawal, dibina sampai dengan sukses!” imbuh Hervia.

Sehubungan dengan hal itu, Ketua DPC IPBI Kabupaten Bantul, Erna Kusumawati Suharsono ketika dikonfirmasi Impessa.id menyatakan pihaknya siap mengemban amanah tersebut. “Saya menyambut sangat gembira sekali, karena Bantul dipandang mampu ikut berpartisipasi didalam event internasional tersebut, kebetulan di Kabupaten Bantul ini memang banyak sekali Janur, mungkin pemanfaatannya belum maksimal, mungkin dengan adanya festival, dengan adanya acara Festival Payung Internasional di Prambanan September 2020, itu akan memberikan gairah baru bagi para perajin Janur yang ada di Bantul. Kita bisa memberikan apresiasi yang luar biasa kepada mereka. Ini kesempatan bagi IPBI Cabang Bantul berkiprah di event internasional tersebut, Inshaa Allah kami siap!” jelasnya. (Antok Wesman-Impessa.id)