Jaringan Luas Telkomsel Hingga Ke Pelosok Nusantara Membangun Ekonomi Kerakyatan
Impessa.id, Yogyakarta : Telkomsel, yang berdiri sejak 26 Mei 1995 di Jakarta, kini menjadi operator telekomunikasi seluler terbesar di Indonesia dengan 152 juta pelanggan pada tahun 2016 dan pangsa pasar sebesar sedikitnya 51% dengan mencakup 288 jaringan roaming internasional di 155 negara sejak akhir tahun 2007. Sejak Mei 2011, Telkomsel dengan tagline Satu Koneksi Satukan Negeri, telah menjadi operator seluler ke-enam di dunia yang mempunyai lebih dari 100 juta pelanggan dalam satu negara.
Mengikuti tren perkembangan teknologi informasi, dibawah pimpinan Ririek Adriansyah selaku Direktur Utama, Telkomsel sebagai operator seluler milik Putra Bangsa Terbesar di Indonesia meluncurkan secara resmi layanan komersial mobile 4G LTE pertama di Indonesia, yang memiliki kecepatan data access mencapai 36 Mbps.

Dalam upaya memandu perkembangan industri telekomunikasi seluler di Indonesia memasuki era baru layanan mobile broadband, Telkomsel secara konsisten mengimplementasikan roadmap teknologi 3G, HSDPA, HSPA+, serta pengembangan jaringan Long Term Evolution (LTE) di 480 kota di Indonesia.
Saat ini Telkomsel menggelar lebih dari 103.000 BTS (Base Transceiver Station) yang menjangkau sekitar 98% wilayah populasi di Indonesia, dilanjutkan dengan membangun 12.000 BTS 4G, 26% diantaranya menggunakan frekuensi 2.300 MHz di pita frekeunsi 2.100 MHz serta 60% di pita frekuensi 1.800 MHz, dan 5% di pita frekuensi 900 MHz. Layanan komersial mobile 4G LTE (Long Term Evolution) pertama di Indonesia itu memiliki kecepatan data access mencapai 36 Mbps.

Pita frekuensi 1.800 MHz merupakan pita frekuensi utama untuk menggelar layanan LTE. Pita frekuenis 900 MHz difokuskan untuk melayani wilayah-wilayah kurang padat penduduk yang dapat menghasilkan jangkauan layanan lebih luas. Adapun pita frekuensi 2.10 MHz dimanfaatkan untuk menghadirkan layanan tambahan LTE. Sedangkan pita frekeunsi 2.300 MHz dimaksimalkan sebagai solusi layanan di wilayah-wilayah dengan kepadatan penduduk yang tinggi.
Salah satu konsistensi Telkomsel dalam membangun jaringan hingga ke pelosok Nusantara dibuktikan dengan hadirnya Ekspedisi Langit Nusantara, pada pertengahan April-Mei 2016. Satu Koneksi Satukan Negeri oleh Telkomsel melalui pesawat tanpa awak Drone dilengkapi kamera GoPro Hero 4, dengan rentang sayap 2,5 meter, berwarna Merah dan Putih, bernama Elang Nusa Telkomsel untuk memperlihatkan keindahan Bumi Indonesia dari angkasa.

Dua Tim Elang Nusa, masing-masing Drone Merah Elang Barat yang bergerak dari Sabang melintasi puluhan kota di Wilayah Indonesia Barat dan pada waktu yang bersamaan Drone Putih Elang Timur bergerak dari Merauke melintasi Wilayah Indonesia Timur dan keduanya bertemu di Pulau Bali. Keduanya secara bersamaan terbang pada tanggal 14 April 2016, masing-masing melintasi lebih dari 50 kota dan bertemu di Patung Raksasa Garuda Wisnu Kencana Bali pada tanggal 14 Mei 2016, setelah menempuh jarak 850 kilometer.
General Manajer Telkomsel Region Jateng-DIY, Djony Heru Suprijanto mengatakan. "Pilihan Elang Barat dan Elang Timur dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa jaringan Terluas dan Tercepat Telkomsel kini sudah merata di seluruh Indonesia, sehingga kemanfaatannya sebagai penggerak ekonomi kerakyatan semakin dinikmati masyarakat luas".

Ekspedisi Langit Nusantara –Elang Nusa selama satu bulan penuh, mulai 14 April hingga 14 Mei 2016 bertujuan untuk menguji kehandalan jaringan Broadband Terluas dan Tercepat Telkomsel, dengan Jaringan 3G sebesar 15 Mega, dan 4G sebesar 15 Mega, disiarkan langsung melalui Video Streaming sehingga bisa diakses langsung oleh pelanggan.
Produk-produk Telkomsel yang dapat diakses publik yakni, untuk Pascabayar adalah KartuHalo, untuk Prabayar berupa simPATI, Kartu AS dan LOOP, Untuk kartu lain berupa Kartu Facebook dan Kartu Prima, serta Layanan khusus untuk modem USB/mobile berupa Telkomsel Flash. Telkomsel kini didukung akses Call Center 24 jam dan 430 pusat layanan yang tersebar di seluruh Indonesia. (Tok)

