Feature

OREO BERBAGI SERU Hadir di Gunung Kidul, Dukung program BOCAH PINTER melalui Pembelajaran yang Menyenangkan

OREO BERBAGI SERU Hadir di Gunung Kidul, Dukung program BOCAH PINTER melalui Pembelajaran yang Menyenangkan

OREO BERBAGI SERU Hadir di Gunung Kidul, Dukung program BOCAH PINTER melalui Pembelajaran yang Menyenangkan

Impessa.id, Gunungkidul, Yogyakarta, Indonesia, 22 Juli 2026: Sekitar 40 Guru, wakil dari lima Sekolah Dasar di Kabupaten Gunung Kidul hari ini, Rabu (22/7/2026) mengikuti pelatihan ‘Belajar Seru’ yang diinisiasi oleh ‘OREO Berbagi Seru’, bertempat di SD Negeri Mentel 1, Pakel, Hargosari, Tanjungsari, Gunung Kidul. Mereka tampak begitu antusias saat mempraktikkan cara belajar yang menyenangkan, yang kelak mereka teruskan ke anak didik masing-masing.

Biskuit OREO kembali berkontribusi mewujudkan visi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI (Kemendikdasmen RI) yaitu, “Pendidikan Bermutu untuk Semua” melalui rangkaian program “OREO Berbagi Seru” yang pada Rabu (22/7/2026) resmi dimulai di SD Negeri Mentel 1, Gunungkidul. Membawa semangat perayaan Hari Anak Nasional, program ini turut mendukung program “Bocah Pinter” yang tengah digalakkan oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dengan misi sejalan untuk meningkatkan derajat pendidikan melalui pembelajaran yang berkualitas dan merata, serta pengembangan kompetensi, karakter, dan lingkungan belajar yang positif bagi anak. Menggandeng Indonesia Mengajar sebagai mitra, program “OREO Berbagi Seru” memberikan kesempatan setara bagi 708 siswa Sekolah Dasar di Gunungkidul untuk menjadi bagian dari Generasi SERU, yaitu anak-anak yang memiliki karakter Solutif, Eksploratif, Responsif, dan Unggul melalui rangkaian kegiatan edukasi dan pendistribusian alat-alat belajar seru.

Hadir pada peresmian program, Endah Subekti Kuntariningsih, S.E., M.P. selaku Bupati Gunungkidul yang dalam kesempatan ini diwakilkan oleh Supriyanto, S.E., M.T., Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Kabupaten Gunungkidul menyampaikan, “Hari ini kita menyaksikan bagaimana semangat gotong royong diwujudkan melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, para guru, orang tua dan masyarakat untuk menghadirkan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak Gunungkidul. Sejalan dengan program ‘Bocah Pinter’ yang dikedepankan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, kami yakin bahwa ketika seluruh elemen bergandengan tangan, kita tidak hanya menciptakan proses belajar yang lebih menyenangkan, tetapi juga mempersiapkan generasi yang cerdas, berkarakter dan siap menghadapi tantangan masa depan. Kami menyambut baik pendekatan belajar sambil bermain yang diusung dalam program ‘OREO Berbagi Seru’. Bantuan alat pembelajaran kepada sekolah-sekolah di Gunungkidul diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga semakin banyak anak memperoleh kesempatan belajar yang berkualitas.”

“Kami juga mengapresiasi rangkaian kegiatan yang tidak hanya memberikan pelatihan kepada para guru, tetapi juga melibatkan orang tua dan komunitas. Pendidikan yang berhasil adalah pendidikan yang dibangun bersama. Guru menjadi inspirasi di sekolah, orang tua menjadi pendamping utama di rumah, masyarakat menciptakan lingkungan yang positif, sementara dunia usaha hadir melalui tanggung jawab sosial yang memberikan manfaat nyata bagi kemajuan pendidikan. Semoga program ‘OREO Berbagi Seru’ memberikan manfaat yang luas, menginspirasi lebih banyak pihak untuk peduli terhadap pendidikan, serta menjadi ikhtiar bersama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” lanjut Endah.

Kevin Stefano selaku Senior Marketing Manager Biscuit Mondelez Indonesia menjelaskan, “Selama lebih dari 30 tahun menjadi bagian dari keluarga Indonesia, OREO selalu berkomitmen untuk berkontribusi di bidang pendidikan. Selaras dengan purpose OREO yaitu menciptakan kebersamaan melalui momen-momen penuh keseruan, tak terkecuali saat belajar, komitmen ini salah satunya terwujud lewat program ’OREO Berbagi’ yang sejak 2024 menitikberatkan pada pemberdayaan orang tua, guru dan anak melalui kegiatan edukasi serta penyaluran donasi.”

“Dengan tema ‘OREO Berbagi Seru’, tahun ini OREO ingin mendukung fokus Kemendikdasmen RI dengan berkontribusi dalam membantu para siswa mendapatkan pendidikan yang berkualitas, berkarakter dan seru secara lebih merata, sekaligus menjembatani kesenjangan pendidikan di berbagai penjuru negeri, khususnya di wilayah 3T dan marjinal. Melalui program ini, OREO berharap lebih banyak anak Indonesia memiliki kesempatan setara untuk berkembang menjadi Generasi SERU yang mampu bertahan, beradaptasi, dan berkembang di tengah perubahan dunia yang semakin pesat,” lanjut Kevin.

Sejalan dengan prinsip deep learning yang dikedepankan Kemendikdasmen RI, program ‘OREO Berbagi Seru’ menekankan pentingnya playful learning sebagai pendekatan yang mendukung proses pembelajaran agar lebih bermakna, aktif, dan menyenangkan. Melalui pengalaman belajar yang interaktif, anak tidak hanya lebih mudah memahami konsep baru, tetapi juga terdorong untuk berpikir kritis, memecahkan masalah, serta mengembangkan keterampilan sosial seperti komunikasi dan kerja sama. Selain itu, muatan edukasinya juga disesuaikan dengan perkembangan zaman agar anak dapat tumbuh menjadi individu yang berdaya saing

Untuk itu program “OREO Berbagi Seru” bermitra dengan Indonesia Mengajar secara khusus mengembangkan 15 alat belajar seru di bidang Literasi, Numerasi, Sains, dan Bahasa Inggris yang dirancang menggunakan pendekatan belajar sambil bermain serta selaras dengan kurikulum nasional. Hingga akhir tahun, alat-alat belajar seru ini akan didistribusikan ke 7 provinsi untuk menunjang proses belajar 7.000 siswa. Di Gunungkidul sendiri, 270 alat belajar seru yang diberikan akan membantu proses belajar bagi 708 siswa Sekolah Dasar setempat.

Agar dampaknya optimal, dilaksanakan serangkaian School Roadshow berupa program edukasi seru yang bertujuan mensosialisasikan pentingnya playful learning dan tata cara pemanfaatan alat pembelajaran seru di ruang kelas maupun di rumah. Gunungkidul adalah kabupaten kelima yang disambangi program “OREO Berbagi Seru” setelah sebelumnya terlaksana di Kabupaten Lebak (Banten), Pangandaran (Jawa Barat), Tulang Bawang Barat (Lampung), dan Purworejo (Jawa Tengah).

Program edukasi seru ini terdiri dari pelatihan yang menyasar pada pemberdayaan ekosistem pendidikan secara menyeluruh agar tercipta sinergitas dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih menyenangkan bagi anak. Selama 22-25 Juli 2026, sebanyak 35 guru, 70 orang tua dan 35 anggota komunitas di Gunungkidul akan mengikuti kegiatan yang dikemas secara menarik dan interaktif.

Pendekatan ini juga selaras dengan program “Gunungkidul Smart Teaching” yang digiatkan Pemerintah Kabupaten untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pelatihan bagi guru, kepala sekolah, pengawas, maupun praktisi pendidikan. Diharapkan program “OREO Berbagi Seru” juga dapat menjadi wadah untuk saling berkolaborasi dan berbagi inspirasi praktik cara belajar yang lebih adaptif terhadap perkembangan dunia pendidikan.

Ibu Endah Setyorini, S.Pd.SD.M.Pd. sebagai salah seorang guru SD Negeri Mentel 1 yang ikut berpartisipasi dalam pelatihan berkomentar, “Memaknai Hari Anak Nasional, sebagai seorang guru saya menyadari bahwa setiap anak berhak mendapatkan dukungan dan kesempatan untuk menggali potensinya. Hal ini mendorong kami untuk tidak hanya memastikan anak memahami materi pelajaran, tetapi juga bagaimana membuat mereka merasa antusias, percaya diri, dan berani mencoba. Melalui pelatihan ‘OREO Berbagi Seru’, kami mendapatkan banyak inspirasi baru untuk menghadirkan proses belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan, di mana anak-anak bisa belajar sambil bermain, berdiskusi, dan mengeksplorasi ide-ide mereka.”  

Sementara, Suryani selaku perwakilan orang tua siswa ikut menyampaikan antusiasmenya, “Setelah mengikuti pelatihan program ‘OREO Berbagi Seru’, saya menyadari bahwa di rumah pun perlu diciptakan proses belajar yang menyenangkan dan saya jadi terinspirasi untuk membuat alat belajar seru menggunakan bahan-bahan yang ada di rumah. Semoga anak saya jadi lebih semangat belajar, berani mencoba hal-hal baru, dan semakin menikmati proses belajarnya.”

Sebagai penutup, Kevin menyampaikan harapan, “Semoga program ’OREO Berbagi Seru’ dapat mendukung kesuksesan berbagai inisiatif pendidikan di Gunungkidul agar nantinya para guru, orang tua, dan komunitas dapat saling bersinergi dalam mendukung lahirnya lebih banyak ’Bocah Pinter’ sebagai Generasi SERU yang mampu bersaing di masa depan. Yang tak kalah penting, masyarakat juga dapat ikut berperan dalam mendukung misi positif ini dengan cara sederhana yaitu dengan pembelian OREO, di mana sebagian keuntungan penjualan akan dikonversikan menjadi donasi untuk menyukseskan penyelenggaraan program.”

“OREO Berbagi Seru” adalah bentuk kontribusi OREO untuk mendukung visi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI yaitu “Pendidikan Bermutu untuk Semua” dengan membantu meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia melalui pembelajaran seru yang penuh imajinasi dan kreativitas, sekaligus menjembatani kesenjangan pendidikan antar wilayah sebagai salah satu tantangan yang masih menghambat terwujudnya pendidikan yang merata dan inklusif bagi seluruh anak bangsa.

(15 jenis alat belajar seru yang dirancang sejalan dengan kurikulum nasional, mencakup bidang Literasi, Numerasi, Sains dan Bahasa Inggris. (Ki-Ka): Contoh alat belajar seru yang didistribusikan melalui program “OREO Berbagi Seru”: Literasi-Tata Kata; ⁠Numerasi-The Lucky Number; Sains-Segitiga Sains; Bahasa Inggris-Tower Challenge; Petualangan Seru-Mahyong Profesi)

Detail Program “OREO BERBAGI SERU” berupa pengembangan 15 (lima belas) alat pembelajaran seru, bekerja sama dengan Indonesia Mengajar, yang dirancang menggunakan metode belajar sambil bermain dan diselaraskan dengan kurikulum nasional yang menekankan pada prinsip deep learning (pembelajaran yang meaningful, mindful, dan joyful). Program tersebut mencakup empat bidang, masing-masing, Literasi, Numerasi, Sains, Bahasa Inggris (dan Petualangan Seru sebagai tambahan). Setiap bidang terdiri dari 3 fase: Fase A (kelas 1 dan 2 SD), Fase B (kelas 3 dan 4 SD), dan Fase C (kelas 5 dan 6 SD).

Kemudian School Roadshow Program “OREO Berbagi Seru”.

Untuk mencapai dampak yang optimal, sosialisasi penggunaan alat pembelajaran dilakukan melalui kegiatan School Roadshow berupa rangkaian program edukasi untuk memberdayakan para guru, orang tua dan komunitas:

- Guru: Kegiatan Training of Trainers untuk memperkenalkan filosofi belajar seru dan alat-alat pembelajaran yang diberikan, hingga simulasi penerapannya pada rencana pembelajaran di kelas

- Orangtua: Sesi edukasi belajar seru untuk membantu orang tua memahami pertumbuhan otak anak, mendalami bakat dan minat anak, dan mengetahui teknik pengajaran interaktif yang mudah dilakukan di rumah melalui permainan sehari-hari

- Komunitas: Sesi interaktif yang dirancang untuk memberdayakan ibu-ibu PKK, kader desa, penggiat pendidikan, ataupun komunitas lainnya di masing-masing wilayah guna membantu menciptakan ekosistem belajar berkelanjutan yang dipimpin oleh masyarakat

Selanjutnya Jangkauan Program “OREO Berbagi Seru”.

Mulai April hingga November 2026, program “OREO Berbagi Seru” diselenggarakan di 7 kabupaten di 7 propinsi, beberapa di antaranya adalah wilayah 3T dan Marginal, yaitu:

- Banten: Kabupaten Lebak, Kecamatan Maja

- Jawa Barat: Kabupaten Pangandaran, Kecamatan Langkap Lancar

- Jawa Tengah: Kabupaten Purworejo, Kecamatan Pituruh

- Daerah Istimewa Yogyakarta: Kabupaten Gunung Kidul, Kecamatan Tanjung Sari

- Lampung: Kabupaten Tulang Bawang Barat, Kecamatan Tumijajar

- Sumatera Selatan: Kabupaten Ogan Ilir, Kecamatan Indralaya Selatan

- Sumatera Utara: Kabupaten Langkat, Kecamatan Bahorok

Secara keseluruhan, program ini akan menjangkau lebih dari 1.000 guru, orang tua dan anggota komunitas dan mendukung pembelajaran 7.000 siswa. (Tika-AlChemy/Antok Wesman-Impessa.id)