Delapan Pameran Seni Visual Prodi Tata Kelola Seni ISI Yogyakarta, April-Mei 2026
Praktik display mata kuliah Tata Kelola Pameran #1 bersama PT Helutrans Artmove di Galeri RJ. Katamsi ISI Yogyakarta untuk delapan pameran seni visual Prodi Tata Kelola Seni ISI Yogyakarta, pada April-Mei 2026
Impessa.id, Yogyakarta, Indonesia, April 2026: Jurusan Tata Kelola Seni, Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia Yogyakarta menyelenggarakan agenda bertajuk “Delapan Pameran Seni Visual Jurusan Tata Kelola Seni FSRD ISI Yogyakarta 2026”. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengajaran dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui penyelenggaraan pameran seni di berbagai ruang publik di Yogyakarta, program ini diharapkan mampu menghadirkan seni visual secara lebih dekat, inklusif, dan kontekstual bagi masyarakat luas.
Agenda itu sekaligus menjadi bentuk pembelajaran praktik dari mata kuliah Tinjauan Kelola Pameran (TKP) #1, yang berfokus pada studi manajemen pameran. Mata kuliah ini diampu oleh Dr. Mikke Susanto, MA., Dian Ajeng Kirana, M.Sn. dan Emillo In Zighana, M.Sn. Melalui kerjasama dengan berbagai lembaga, terbuka untuk umum, baik yang gratis maupun yang berbayar. Ketua Jurusan Tata Kelola Seni, Dr. Trisna Pradita, M.M. mengatakan “Agenda tahunan ini sangat berguna bagi mahasiswa dalam membaca perkembangan event dan sekaligus keahliannya di bidang pengelolaan seni.”

Presentasi planning pameran oleh setiap kelompok dalam kelas Tata Kelola Pameran #3, 2026. (Foto: Prodi TKS ISI Yogya)
Delapan pameran yang diselenggarakan mulai 23 April hingga 13 Mei 2026 dilaksanakan oleh mahasiswa Angkatan 2025 sebagai bagian dari proses pembelajaran berbasis proyek (project-based learning). Sebanyak lebih dari 70 mahasiswa terlibat aktif, didampingi oleh empat tenaga dosen sebagai mentor dan supervisor. Para mahasiswa terbagi dalam 8 (delapan) kelompok kerja yang masing-masing merancang, mengelola, dan merealisasikan pameran dengan tema yang berbeda yang tersebar di berbagai titik di Kota Yogyakarta.
Delapan pameran tersebut melibatkan sekitar 70 seniman. Para seniman dari dalam maupun dari luar Yogyakarta yang masih aktif berkarya maupun yang telah wafat, dilibatkan sebagai bagian dari upaya membangun dialog lintas generasi dalam seni rupa. Lokasi penyelenggaraan meliputi berbagai ruang alternatif dan institusi seni, antara lain On the Pop Cafe, Padepokan Seni Bagong Kussudiardja, Sangkasa Gallery, Bale Black Box Laboratory, Bakmi Maju Tak Gentar, Survive! Garage, serta JNM Bloc, yang mencerminkan keragaman ekosistem seni di Yogyakarta, dari ruang seni hingga ruang keseharian seperti kafe dan tempat makan.
Melalui agenda Pameran Seni Visual tersebur, masyarakat diharapkan dapat mengenal beragam bentuk praktik seni visual sekaligus memahami dinamika di balik pengelolaan pameran. Bagi mahasiswa, ha ini menjadi ruang eksperimentasi sekaligus penguatan kompetensi dalam bidang tata kelola budaya, khususnya seni visual. Lebih jauh, program juga menjadi respons terhadap tantangan zaman dengan mendorong seniman untuk terus berkarya dan beradaptasi dalam berbagai kondisi dan situasi, sekaligus memperkuat jejaring antara akademisi, seniman, dan publik.

Presentasi planning pameran oleh setiap kelompok dalam kelas Tata Kelola Pameran #3, 2026. (Foto: Prodi TKS ISI Yogya)
Informasi detil delapan pameran Jurusan Tata Kelola Seni 2026;
Kelompok 1
Nama kelompok pelaksana: KOLEKTIF HAYUNING
Judul kegiatan: Pameran Seni Visual dan Bonsai, "Urip Iku Mung Mampir Ngombe"
Tanggal pelaksanaan: 7-11 Mei 2026
Lokasi: JNM Bloc, ruang pamer lt. 3. Jl. Prof. DR. Ki Amri Yahya No.1, Pakuncen, Kec. Wirobrajan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55253.
Opening: 7 Mei 2026 pukul 15:00 WIB
Jam operasional di hari biasa: 12:00 - 21:00 WIB
Sifat: Gratis dan terbuka untuk umum
Narasi Pameran:
"Urip Iku Mung Mampir Ngombe" membawakan kabar bumi akhir-akhir ini dalam susunan narasi visual. Ruang pamer ini memuat keberagaman karya seni visual serta meminjam bonsai sebagai metafora. Di dalam dimensi yang imersif ini akan memantik dialog internal, mengajak pengunjung untuk memutar kembali memori atas perjalanan hidupnya selama ini. Mengantarkan langkah awal perubahan dengan memantik kesadaran dalam diri, itulah urgensi pameran kami. Langkah ini di mulai dari kota yang dekat dengan kita, Yogyakarta, tempat dimana banyak jiwa bersua. Harapannya, dapat menanamkan kepedulian kepada yang menghuni dan singgah di dalamnya. Pameran ini berkolaborasi dengan 14 seniman, diantaranya: Alif Edi Irmawan, Anagard, Angel Arinta, Aulia Sekar K, Bio Andaru, Chrisna Fernand, Gilang Nuari, Gusnindar, Jopram, M. Agus Mustawa, Pepin, Taring Padi, Tajam Pariwangi, Verifh Hendys.
Kelompok 2
Nama kelompok pelaksana: KOLEKTIF PARKIRLIAR!
Judul: Pameran Seni Rupa “Transformasi tanpa transisi”
â Tanggal Pelaksanaan: 1 - 3 Mei 2026 (buka setiap hari jam 11.00-21.00 WIB)
Waktu pembukaan: 1 Mei 2026, pukul 16:00 WIB
Dibuka oleh: Arahmaiani (visual artist)
Lokasi: SURVIVE! GARAGE, Jl. Nitiprayan No.99 RT 03, Jomegatan, Ngestiharjo, Kec. Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55184
Sifat: Gratis dan terbuka untuk umum
Narasi Pameran:
“Transformasi Tanpa Transisi” mengajak pengunjung untuk sejenak “menengok ke belakang” guna merefleksikan peran-peran "tak terlihat" dan peluh manusia yang sering terabaikan dalam narasi besar sejarah. Melalui pengalaman imersif yang memadukan karya seni dari seniman lintas generasi dan suasana ruang, pameran ini memotret lompatan perubahan dari era dari fisik ke digital yang sering kali terjadi tanpa jeda adaptasi, sembari menyoroti isu memori kolektif, ketimpangan upah, hingga kepastian hidup. Penonton hadir bukan sekadar untuk melihat hasil akhir dari setiap perubahan zaman. Melalui ruang ini, pengunjung diajak mengenali jejak kerja dan kontribusi dari mereka yang selama ini menjaga kelangsungan hidup di tengah perkembangan teknologi yang sangat cepat.
Setiap kelompok wajib melakukan pertanggung jawaban konsep dan strategi pameran di kelas. (Foto: Prodi TKS ISI Yogyakarta)
Kelompok 3:
Nama kelompok pelaksana: ANTAR TEMU
Judul: Pameran Seni Rupa "ÅÂeá¹£a BhÄÂga; Antara Kepemilikan, Kekuasaan, dan Kehilangan"
Tanggal Pelaksanaan: 30 April - 3 Mei 2026 (buka setiap hari jam 15.00-22.00 WIB)
Waktu pembukaan: 30 April 2026, pukul 19:00 WIB
Lokasi: Bakmi Maju Tak Gentar, Jl. Puntadewa Barat Lap. Mancasan No.8C, RT.37/RW.8, Wirobrajan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55252
Sifat: Gratis dan terbuka untuk umum
Narasi Pameran:
Pameran “ÅÂeÈÂa BhÄÂga: Antara Kepemilikan, Kekuasaan, dan Kehilangan” mengangkat isu pergeseran makna kepemilikan sumber daya alam yang secara konstitusional milik bersama, namun dalam praktiknya kian menjadi partikelir atau dikuasai secara privat. Istilah partikelir dihadirkan sebagai metafora atas kondisi ketika ruang dan sumber daya yang seharusnya dapat diakses publik perlahan menjadi terbatas, eksklusif, dan dikendalikan oleh kepentingan tertentu. Berangkat dari kegelisahan tersebut, pameran ini menyoroti bagaimana alam yang dekat dengan kehidupan masyarakat justru terasa semakin jauh dan sulit dijangkau. Melalui karya-karya yang simbolik, puitis, dan reflektif, tema tentang perubahan lanskap, penyempitan ruang hidup, serta relasi manusia dengan alam menjadi inti pembahasan. Keunikan pameran ini terletak pada keberagaman pendekatan visual peserta dalam menerjemahkan isu yang sama. Pameran ini juga menawarkan pengalaman yang tidak hanya visual, tetapi juga emosional dan kontemplatif. Pada akhirnya, “ÅÂeÈÂa BhÄÂga” menjadi ruang bagi pengunjung untuk mempertanyakan dan memaknai ulang hubungan mereka dengan alam dan rasa kepemilikan di dalamnya.
Kelompok 4
Nama kelompok pelaksana: ARSIPRUPAWANTA
Judul kegiatan: “Lihatlah Sedalam-Dalamnya: Pameran Retrospeksi Seni Rupa R. B. Setiawanta (2007 - 2026)”
Tanggal: 8 - 12 Mei 2026
Pembuka: Muh. Rain Rosidi, S.Sn
Lokasi: Bale Black Box Laboratory, Jl. Sewon Indah No. 8, Sewon, Bantul, Yogyakarta.
Sifat: GRATIS DAN TERBUKA UNTUK UMUM
Opening: 8 Mei, 16.00 WIB
Jam Buka harian: 10.00 - 19.00 WIB
Sifat: Gratis dan terbuka untuk umum
Narasi Pameran:
"Lihatlah Sedalam-Dalamnya" menyuguhkan praktik seni rupa R. B. Setiawanta sejak 2007 - 2026. Almarhum adalah pelukis kontemporer Indonesia aktif di Pasar Seni Ancol yang merupakan alumni ISI Yogyakarta, dikenal melalui berbagai capaian seperti 50 Besar UOB Painting of the Year (2017). Selain memperlihatkan evolusi gaya visual, pameran ini juga mengungkap relasi antar tubuh, gestur, dan energi dalam proses melukisnya selama berkarya. Kita di ajak bernostalgia, sekaligus melihat lebih dalam semesta artistik Setiawanta yang hidup, berdenyut dan tak pernah selesai.

Praktik display dilakukan dalam kelas Tata Kelola Pameran #1 bersama PT Helutrans Artmove, lembaga internasional penanganan karya seni. (Foto: Prodi TKS ISI Yogyakarta)
Kelompok 5
Nama kelompok pelaksana: 281 KOLEKTIF
Judul Pameran: Pameran Seni Rupa "Ode to My Friends"
Tanggal Pelaksanaan: 6 – 12 Mei 2026
Pameran virtual: Link Akses 13 mei –13 juni 2026
Lokasi: Babaran Segara Gunung Gallery
Jl. Ngipik, Desa Tegal cerme KD. V No. 7 RT. 08 RW. 14 Banguntapan, Yogyakarta, Wiyoro, Baturetno, Banguntapan, Bantul Regency, Special Region of Yogyakarta 55197
Opening: 6 Mei 2026, 15.00 WIB
Jam Operasional Galeri: 15.00 – 21.00 WIB
Sifat: Gratis dan terbuka untuk umum
Narasi Pameran:
Pameran seni rupa “Ode to My Friends” merefleksikan makna pertemanan di tengah kondisi sosial saat ini yang semakin terhubung namun terasa jauh secara emosional, di mana relasi tidak hanya dimaknai sebagai hubungan antar individu tetapi juga mencakup kenangan, pengalaman, dan berbagai bentuk kehadiran yang membekas dalam hidup, sehingga “teman” hadir sebagai pemantik yang membentuk cara seseorang memahami dan menjalani kehidupan. Sebagai sebuah “ode”, pameran ini menjadi bentuk penghormatan terhadap kehadiran-kehadiran tersebut yang kerap luput disadari, diwujudkan melalui karya seni lukis, fotografi, dan patung yang mengolah pengalaman personal menjadi bahasa visual yang terbuka oleh Andrea Ramschie, Dimas Hussein, Fachri Fadillah, Fauzi Abdullah Ramadani, Morris Hork, Rifka Nafiatul Jannah, dan Muhammad Luqman Al Hakim, sekaligus mengajak pengunjung menelusuri kembali relasi yang hadir, yang hilang, dan yang tetap tinggal dalam diri mereka.
Kelompok 6
Nama kelompok pelaksana: CELAH KECIL
Judul: Visual Art Exhibition “DISS/ORDER; It's Fine, Actualy”
â Tanggal Pelaksanaan: 29 April - 1 Mei 2026 (buka setiap hari jam 10.00 - 21.00 WIB)
Waktu pembukaan: 29 April 2026, pukul 16.00 WIB
Lokasi: Sangkasa Gallery (Jagan, RT.3/RW.Padukuhan, Gedongan, Bangunjiwo, Kec. Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55184
Sifat: Gratis dan terbuka untuk umum
Narasi Pameran:
Judul "DISS/ORDER: It's Fine, Actualy" diambil dari kondisi kehidupan yang sering terasa tidak beraturan-baik secara emosional, sosial, maupun mental-namun tetap kita respons dengan kalimat sederhana seperti "it's fine" Penulisan dis/order dengan garis miring menjadi cara untuk menunjukkan bahwa kekacauan (disorder) dan keteraturan (order) sebenarnya berjalan berdampingan dalam pengalaman manusia. Melalui judul ini, pameran mencoba membuka ruang refleksi tentang bagaimana kita menghadapi tekanan, konflik batin, dan ketidaksempurnaan, sekaligus mempertanyakan kebiasaan untuk selalu terlihat baik-baik saja. Melibatkan dua puluh seniman kolektif Celah Kecil, pameran ini menghadirkan lukisan, instalasi, dan medium campuran yang memanfaatkan repetisi, fragmentasi, dan distorsi sebagai bahasa visual. Seniman yang terlibat sebagai berikut: Bob Sick, Kus Hervida, Aji Pangestu, M. Salafi Handoyo (Ridho), Pratanda Fillahi, Ratri Inayatul Basyarah, Dirot Kadirah, Ari Eko Budiyanto, Oddin OS., Singgih Adhi Prasetyo, Ipang Cahyo, Rockspit (Dodok), Hibatullah Sukma, Sulung Ardhana, Rudy Vouller, M. Iqbal, Hananingsih Widhiasri, Aldo Aprilian, Rahma Jamil Setyo Tuhu.

Setiap mahasiswa Prodi Tata Kelola Seni wajib melakukan praktik display. (Foto: Prodi TKS ISI Yogyakarta)
Kelompok 7
Nama kelompok pelaksana: JEJAK NGRUMAT KARYA
Judul Pameran: "Merawat Pijar, Menyelaras Bunyi" Pameran arsip KuaEtnika 1996–2026
Tanggal Pelaksanaan: 1 – 4 Mei 2026
Dibuka oleh: Butet Kartaredjasa
Lokasi: Padepokan Seni Bagong Kussudiardja. Dusun Kembaran RT.04-05, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Jadwal & Sifat: TIKETING
Tiket masuk OPENING Rp.25.000 (untuk mahasiswa dan pelajar) Rp. 30.000 (untuk umum)
- Tiket masuk DAILY Rp. 10.000 (untuk mahasiswa dan pelajar) Rp.15.000 (Untuk umum)
- Tiket dapat diakses melalui aplikasi / website yesplis.com
- Pembelian tiket dapat secara langsung di lokasi (on the spot) maupun secara online
• Jam Opening: 18:00 WIB
• Jam Harian pameran: 11:00 – 16:00 WIB
Narasi Pameran:
"Merawat Pijar, Menyelaras Bunyi" merupakan sebuah pameran yang menghadirkan praktik artistik KuaEtnika sebagai kelompok musik yang konsisten mengolah tradisi melalui eksplorasi lintas bunyi selama hampir tiga dekade. Dengan menyajikan arsip-arsip perjalanan berkarya KuaEtnika mulai dari catatan proses, dokumentasi, hingga rilis karya, yang selama ini jarang terlihat, sebagai upaya menempatkan arsip bukan sekadar jejak masa lalu yang di simpan, melainkan juga menjadi bagian penting dari ingatan kolektif dan sejarah praktik musikal yang perlu dijaga agar tidak terputus oleh waktu. Pengunjung dalam pameran ini tidak hanya diajak untuk melihat kemegahan KuaEtnika sebagai kelompok musik saja, tetapi juga diajak menelusuri kedalaman proses kreatif mereka dari waktu ke waktu, menghadirkan pengalaman yang lebih dekat, reflektif, dan berbeda dalam memahami sebuah proses berkarya.
Kelompok 8
Nama kelompok pelaksana: ANJASTHA COLLECTIVE
Judul kegiatan: Pameran Seni Rupa "Dekap Rasa"
Tanggal Pelaksanaan: 23 - 26 April 2026
Dibuka oleh: Arsita Pinandita (Direktur utama Cherry Pop)
Lokasi: On The Pop Cafe
Jl. Nogosari No.1, Patehan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55132
Opening: 23 April 2026, 15.00 WIB
Jam Operasional Galeri: 10.00-20.00 WIB
Sifat: Gratis dan terbuka untuk umum
Narasi Pameran:
“Dekap Rasa” merupakan pameran seni rupa yang menelusuri bagaimana manusia merespons ketidakhadiran kasih sayang yang utuh, khususnya dalam relasi ibu dan anak sebagai pengalaman emosional pertama. Ketika rasa itu tidak sepenuhnya dimiliki, manusia tidak berhenti mencarinya, melainkan membangun kembali kehangatan melalui imajinasi sebagai cara untuk bertahan dan merasa utuh. Melalui karya-karya kolektif Empu Gampingan, pengalaman tentang kehilangan, kelekatan, dan pencarian makna dihadirkan sebagai refleksi yang dekat dengan kehidupan banyak orang. Pameran ini mengajak pengunjung menyadari bahwa rasa utuh yang dicari mungkin tidak pernah benar-benar pergi, melainkan berdiam, tumbuh pelan di dalam diri, dan menunggu untuk dirasakan kembali. Seniman yang terlibat: Liesti Yanti Purnomo, â Ary Okta, â Kana Fuddy Prakoso, â Laila Tifah, â Justina TS., â Feintje Likawati, Warsiyah, Nugra Kristi, Anik Indrayani, Tini Jameen, Agni Tripratiwi, Steph Moe, Media Noverita, Endang 'Lies' Suseno, Yuniar Tristi, Dewi Indah Prasetowati. (Zigha-TKS ISI Yk/Antok Wesman-Impessa.id)
