Ekonomi-Bisnis

Muslim Fashion Festival -MUFFEST 2021 Di Lima Kota Dukung Pemulihan Industri Fesyen Tanah Air

Muslim Fashion Festival -MUFFEST 2021 Di Lima Kota Dukung Pemulihan Industri Fesyen Tanah Air

Muslim Fashion Festival -MUFFEST 2021 Di Lima Kota Dukung Pemulihan Industri Fesyen Tanah Air

Impessa.id, Yogyakarta: Di masa pandemi, Indonesian Fashion Chamber (IFC) bersama Dyandra Promosindo konsisten menghadirkan Muslim Fashion Festival -MUFFEST 2021, dengan tema “Recovery for Fashion Industry”, sebagai langkah mendukung pemulihan perekonomian nasional melalui ekosistem industri fesyen.

Tahun 2021, MUFFEST diselenggarakan untuk pertama kalinya secara hybrid di lima kota besar, yaitu Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Bekasi, dan Bandung, sebagai solusi di tengah pandemi untuk membantu keberlangsungan pelaku bisnis fesyen di Indonesia, mulai dari desainer hingga UKM (Usaha Kecil-Menengah). Melalui konsep hybrid, MUFFEST dilakukan secara offline dengan memberlakukan protokol kesehatan secara ketat, dan secara virtual agar dapat dijangkau oleh masyarakat lebih luas.

Agenda pertama MUFFEST berlangsung di Kota Kasablanka-Jakarta pada 18-28 Maret 2021, yang secara resmi dibuka oleh Presiden Joko Widodo namun diwakilkan oleh Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia, Teten Masduki.

Menteri Koordinator Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto turut hadir secara virtual dan menyampaikan apresiasi positif terhadap pelaksanaan MUFFEST yang telah memanfaatkan transformasi ekonomi ke arah digital dalam mengembangkan fesyen muslim dan mendukung pemulihan perekonomian nasional. “Momentum menjelang Ramadan dan Idul Fitri di mana kebutuhan masyakarat akan busana muslim meningkat, tentu dapat dimanfaatkan untuk kembali menggiatkan ekosistem industri fesyen muslim Tanah Air,” ujar Airlangga Hartarto.

Pada penyelenggaraan pertamanya, MUFFEST mencatat hasil positif. "Pelaksanaan MUFFEST di Kota Kasablanka, Jakarta diikuti oleh 100 brand pameran, dan berhasil mendatangkan 51.000 pengunjung dengan nilai transaksi mencapai 6,5 milyar rupiah, baik secara retail maupun B2B (Business to Business) selama 11 hari penyelenggaraannya," jelas Apriani, General Manager Dyandra Promosindo selaku Event Organizer.

Rangkaian MUFFEST digelar di kota-kota berikutnya yaitu di Hartono Mall, Yogyakarta pada 31 Maret-11 April 2021; kemudian di Pakuwon Mall, Surabaya pada 1-11 April 2021; di Grand Galaxy Park, Bekasi pada 15-25 April 2021; di 23Paskal Shopping Center, Bandung pada 26 April-9 Mei 2021; dan di Gandaria City, Jakarta pada 3-23 Mei 2021.

Rabu, 31 Maret 2021, MUFFEST berlangsung di Yogyakarta, bertempat di Hartono Mall hingga 11 April 2021. Pembukaannya secara offline dan virtual, dihadiri oleh Wakil Ketua Dekranasda Daerah Istimewa Yogyakarta, Gusti Kanjeng Bendoro Raden Ayu Adipati Paku Alam; Bupati Sleman, Hj. Kustini Sri Purnomo yang diwakilkan oleh Dr Suci Iriani Sinuraya MSi MM selaku Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman; Sekjen Indonesian Fashion Chamber (IFC), Lia Mustafa; Local Chairman Indonesian Fashion Chamber (IFC) Yogyakarta Chapter, Phillip Iswardono; General Manager PT Dyandra Promosindo, Tofani Lazuardi; Asisten Direktur Bank Indonesia Yogyakarta, Andi Adityaning Palupi; Koordinator Bidang Penyelenggaraan Pelatihan BBPLK Semarang, Dodi Suhardiyono; Kepala Balai Latihan Kerja (BLK) Kendari, La Ode Haji Polondu; Kepala DISPERINDAG DIY, Aris Riyanta; Demand Creation Officer WARDAH, Nurul Fajriyati; dan General Manager Hartono Mall Yogyakarta, Dian Widiyanti.

Dalam kesempatan itu, Gusti Kanjeng Bendoro Raden Ayu Adipati Paku Alam selaku Ibu Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta dan Wakil Ketua Dekranasda DIY, menyambut gembira bahwa Yogyakarta dijadikan salah satu kota perhelatan MUFFEST 2021, "Semoga MUFFEST bisa mendatangkan buyer dari dalam maupun luar negeri. Semoga kita lebih mencintai produk feysen dalam negeri karena desainer kita tidak kalah bagus dengan desainer luar negeri."

Apresiasi dan dukungan terhadap penyelenggaraan MUFFEST 2021 di Yogyakarta disampaikan pula oleh Bupati Sleman, Hj. Kustini Sri Purnomo dalam sambutannya, "Kami berharap MUFFEST bisa terus berlanjut menjadi Calender of Event untuk kegiatan Ekonomi Kreatif, baik di Indonesia, Yogyakarta, dan Sleman dan menjadi Trendsetter fesyen muslim global. Semoga MUFFEST dapat menjadi ruang kreasi penggerak mode untuk terus menciptakan dan mengembangkan produk fesyen yang tidak kalah dari segi mode maupun kualitas dengan produk bermerk dari luar negeri."

Lia Mustafa, Sekjen Indonesian Fashion Chamber (IFC) menyampaikan rasa terimakasihnya kepada semua pihak yang mendukung terlaksananya MUFFEST 2021. “Kami ucapkan terimakasih kepada seluruh stakeholder dan partner semoga ini merupakan langkah awal yang positif dan terus berkesinambungan. Dengan kolaborasi ini diharapkan dapat lebih mengoptimalkan pelaksanaan MUFFEST di tengah pandemi. Antusiasme para UKM fesyen yang ada di Yogyakarta, Semarang, Solo, Kendari, dan sekitarnya, sangat kami apresiasi. Lebih dari 50 desainer dan brand menampilkan koleksinya dalam pameran dan fashion show,” tuturnya.

Pameran MUFFEST di Grand Atrium Hartono Mall menyertakan puluhan desainer, baik lokal maupun nasional. Sedangkan rangkaian fashion show berlangsung pada 9, 10 dan 11 April 2021. Pembukaan fashion show yang dihadiri oleh Hj. Kustini Sri Purnomo, Bupati Sleman, dilaksanakan pada 9 April dengan menampilkan karya dari 18 desainer kebanggaan Tanah Air, diantaranya, Phillip, Afif Syakur, Wening Angga, Lia Mustafa, Deden Siswanto, Ohmm by BAI, Retty Selya. Dilanjutkan fashion show pada 10 April, Bank Indonesia Yogyakarta mempersembahkan koleksi dari 10 desainer member IFC Yogyakarta Chapter, antara lain Luffi Luvnic, Dewi Roesdji, Mia Ridwan, Sofie R, dan Lanny Amborowati, serta karya dari BBPLK Semarang dan BLK Kendari.

Pada tanggal 11 April digelar Inagurasi IFC Community Semarang yang menampilkan karya dari 17 members, dilanjutkan dengan penutupan fashion show dengan menghadirkan karya dari delapan desainer, antara lain Ina Priyono didukung oleh Bank Indonesia Semarang dan Tuty Adib didukung oleh Bank Indonesia Solo. Penutupan fashion show MUFFEST di Yogyakarta rencananya dihadiri oleh Gusti Kanjeng Bendoro Raden Ayu Adipati Paku Alam, Wakil Ketua Dekranasda DIY.

Para pelaku industri fesyen muslim yang berbasis di daerah, seperti Yogyakarta tentunya menyambut baik MUFFEST sebagai salah satu solusi atas masalah yang dihadapi di masa pandemi. Seperti yang diungkapkan oleh Desainer Wening Angga, “Tentunya ini merupakan salah satu ikhtiar, upaya yang sangat bagus untuk para UKM bisa recovery atau pemulihan bisnisnya. MUFFEST memberikan kesempatan bagi para pebisnis fesyen muslim untuk tumbuh kembali dan bangkit dari masa keterpurukan saat pandemi. Saya berharap MUFFEST 2021 memberikan dampak, setidaknya bagi pelaku UKM untuk bisa lebih maju lagi dalam mencapai tujuan utama  yaitu memajukan industri fesyen dan menjadikan Indonesia sebagai pusat busana muslim dunia tahun 2025.”

Desainer Ina Priyono pun berharap penyelenggaraan MUFFEST di Yogyakarta dapat mengangkat kembali bisnis fesyen muslim, khususnya di Yogyakarta. Apalagi dilaksanakan menjelang Ramadan dan Lebaran guna meningkatkan gairah masyarakat untuk berbelanja pakaian muslim. “Dampak pandemi sangat terasa sekali terhadap penjualan produk fesyen. Sejak Oktober 2020, angka penjualan mulai naik walaupun sangat pelan, dan tahun 2021 ini terus meningkat. Dengan MUFFEST konsep hybrid, kami senang sekali bisa langsung ketemu dengan konsumen, tetapi juga bisa berjualan secara online. Pasca offline, konsumen masih bisa membeli secara online sehingga jangkauan penjualan lebih luas yang pada akhirnya dapat mendongkrak angka penjualan seperti sebelum pandemi.” Ujarnya.

Selain Pameran dan Fashion Show, MUFFEST di Yogyakarta menghadirkan Talkshow tentang recycle produk dari YKK, serta bincang kreatif dengan para desainer dan jenama fesyen muslim. MUFFEST kedatangan tamu yaitu Aisha Novakovich, Modest Fashion Australia Founder yang berbagi pengalaman tentang perkembangan modest fashion di Australia, dalam talkshow bertema “The Rise of Modest Fashion in Australia”.

Perhelatan MUFFEST di Yogyakarta terselenggara atas dukungan dan kerjasama sinergis dengan berbagai pihak, meliputi para sponsor: Bank Indonesia Yogyakarta, Bank Indonesia Solo, BBPLK (Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja) Semarang, BLK (Balai Latihan Kerja) Kendari; para Supporting Partner: Debellin Premium Cookware, JW Marriot Yogyakarta, dan YOUC1000; Official Make up Partner: Wardah; dan Community Partner: Hijabersmom Community.

Selain Yogyakarta, rangkaian MUFFEST pekan ini juga berlangsung di Pakuwon Mall Surabaya pada 1-11 April 2021, menghadirkan pameran dan fashion show karya desainer serta jenama fesyen muslim lokal dan nasional, antara lain, Hannie Hananto, AM by Anggiasari, Rosie Rahmadi, Emmy Thee, Rengganis, Tufiana, Yeti Topiah, Alben Ayub Andal, Alphiana Chandrajani, Andi Sugix x Hefi Rosid, juga karya siswa SMKN 3 Malang dan SMK 3 Blitar. MUFFEST di Surabaya diramaikan dengan Trend Forecasting Seminar bersama Dina Midiani dan Talkshow tentang Zero Waste Fashion bersama Aryani Widagdo dan Bisnis Kebaya dengan Lenny Agustin.

Secara virtual, MUFFEST 2021 dapat diakses streaming melalui www.muslimfashionfestival.com, YouTube Channel: Muslim Fashion Festival dan Instagram Live di @muslimfashionfestival. Informasi terkini dan follow akun Instagram MUFFEST @muslimfashionfestival dan website https://muslimfashionfestival.com. (Rini Ayu-Dyandra Promosindo/Antok Wesman-Impessa.id)