Event

Webinar Buku Kisah-Kisah Dari Bawah Laut Negeri Bahari, Minggu, 21 Februari 2021, pukul 14.00-15.30 WIB via Zoom Meeting

Webinar Buku Kisah-Kisah Dari Bawah Laut Negeri Bahari, Minggu, 21 Februari 2021, pukul 14.00-15.30 WIB via Zoom Meeting

Webinar Buku Kisah-Kisah Dari Bawah Laut Negeri Bahari, Minggu, 21 Februari 2021, pukul 14.00-15.30 WIB via Zoom Meeting

Impessa.id, Yogyakarta: Lembaga Seni dan Sastra -LSS Reboeng telah menerbitkan buku tentang kehidupan di laut dari kacamata anak-anak, sebagai rangkuman dari tulisan anak-anak dari seluruh Nusantara yang berbicara tentang kehidupan di laut, ditulis sendiri oleh Anak-Anak, dan ditujukan untuk Anak-Anak.

Dalam kata pengantar Nana E. Nusyirwan, Ketua LSS Reboeng yang akrab disapa Nana Ernawati selaku Supervisor buku "Kisah-Kisah Dari Bawah Laut Negeri Bahari", menuturkan bahwa proses merangkum tulisan anak-anak tersebut memerlukan waktu Panjang. Diantara tulisan anak-anak tersebut, beberapa karya penulis cilik dari Gresik, Ambon, Cilacap, Banggai (Sulawesi), ternyata sangat imajinatif dan penuh daya khayal yang tak pernah terbayangkan. ‘Sangat mengejutkan, di luar dugaan, mereka mampu menulis fabel tentang ikan-ikan yang berperilaku seperti manusia; mempunyai kawan, dapat berbicara, dapat berinteraksi dengan manusia,” aku Nana Ernawati.

“Alhamdulillah, akhirnya buku ini dapat kami terbitkan, dengan harapan buku ini menjadi sumbangan yang berarti bagi kemajuan sastra di Indonesia, khususnya sastra anak, dengan tujuan memulai langkah yang selama ini belum dilakukan oleh mereka yang merasa memiliki kemampuan di dunia sastra, namun tak tergerak hati untuk menerbitkan buku anak-anak yang ditulis oleh anak-anak,” ujar Nana Ernawati lebih lanjut.

Menurutnya, LSS Reboeng meyakini bahwa anak-anak memerlukan bacaan yang ditulis oleh anak-anak, sebab mereka lebih memahami dunia mereka, khususnya dunia bahari, lautan dan segala isinya.

Cerita-cerita dalam buku yang ditulis oleh anak-anak pesisir maupun anak-anak kota yang pernah berkunjung ke pantai, dapat memberikan sebagian gambaran tentang kehidupan anak-anak di pesisir, sehingga tulisan mereka dapat menjadi sumbangsih pengetahuan, baik bagi anak-anak maupun orang dewasa.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia, I Gusti Ayu Bintang Darmawati merasa gembira dengan terbitnya buku tersebut dan menyatakannya melalui ucapan Salam Literasi Anak Indonesia! memberikan judul “Merayakan Kelahiran Anak-Anak Bertalenta”, “Rasa bangga, haru dan Bahagia saya rasakan waktu membaca buku Kisah-Kisah Dari Bawah Laut Negeri Bahari ini, bangga karena begitu banyak anak Indonesia yang bisa membuat tulisan yang sangat indah seperti ini, dan haru karena mereka adalah anak-anak yang berasal dari pesisir yang dengan penuh imajinasi bercerita tentang laut dan isinya yang menjadi keseharian mereka. Saya juga bahagia karena buku ini sebagai salah satu pembuktian bahwa kualitas dan kemampuan anak Indonesia dalam menulis memang patut diberi acungan jempol. Negara kita adalah negara maritim, sehingga buku ini menjadi pengingat dan penguat keinginan kita untuk lebih memelihara laut dan segala kekayaan didalamnya,” tuturnya.

“Oleh karena itulah saya melihat dan membaca bahwa upaya yang dilakukan oleh Lembaga Seni dan Sastra Reboeng perlu diapresiasi. Penerbitan buku ini tidak semata-mata bertujuan memfasilitasi para generasi bertalenta sebagaimana yang diharapkan oleh Presiden Joko Widodo, namun juga membuka mata pengetahuan kita tentang Indonesia yang dikenal sebagai negara maritim. Lebih-lebih buku yang menghimpun cerita anak ini ditulis sendiri oleh anak-anak yang tak lain merupakan generasi penerus bangsa; generasi yang penuh talenta,” jelas Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia.

Buku "Kisah-Kisah dari Bawah Laut Negeri Bahari" yang disunting oleh Dhenok Kristianti dan Mahwi Air Tawar, dibantu Pemeriksa Aksara oleh Nurul Ilmi dan Tata letak oleh Mawaidi, dengan Ilustrator oleh Yose Sulawu, Rifzikka Atmadiningrat, Maria Arum dan Pararupaindonesia.com, merangkum karya dari 31 Penulis masing-masing, Adelia Abidah, Adil Julianto, Amira, Andin Swara, Andry Aksary Renuat, Annisa Zhafira, Aulia Zahro Pramono, Azzahra Altafunnisa, Briliana Ega Nesya, Britannia Autumn Matakupan, Cherryl Nafiza Hammam, Desri, Devia Trisna Arum, Endah Febriatun, Fadlan Su’aedillah, Fajar Tri Nugroho, Hud Abdullah Ahad, Kayla Mumtazah Mudzakkir, Mazaya Iklil Jinan, Najmah Azka Fauziyah, Nararya Dwi Putri Artianto, Naura Talitha, Nayla Athaya N.C., Neysa Amira Dzakiyah Aurora, Rahmaniyah Sya’bana, Reyhan Alvaro Rizky Permana, Soleha, Syifa Syauqiyah Anwar, Tsania Putri Avicenna El Habeeb, serta Valentina Jeanne d’arc Sirken.

Untuk memperkenalkan lebih jauh tentang buku tersebut kepada masyarakat luas, LSS Reboeng mengundang para sahabat Reboeng mengikuti Webinar Peluncuran Buku Daring "Kisah-Kisah dari Bawah Laut Negeri Bahari" pada Minggu, 21 Februari 2021, pukul 14.00-15.30 WIB via Zoom Meeting, dimana peserta akan mendapatkan E-Certificate.

Webinar Peluncuran Buku Daring "Kisah-Kisah dari Bawah Laut Negeri Bahari" tersebut Tidak Berbayar, dengan mengisi form pendaftaran di http://bit.ly/WEBINAR-LSSREBOENG. Informasi lebih lanjut dan konfirmasi kehadiran dapat menghubungi Mabaras di nomor 085776086083.

Sementara itu, LSS Reboeng juga menggelar Lomba Menulis Review "Kisah-Kisah dari Bawah Laut Negeri Bahari" berhadiah total lima-juta Rupiah, dengan syarat-syarat dan ketentuan yang berlaku diantaranya, menunjukkan bukti nota pembelian buku tersebut dengan harga diskon khusus peserta lomba yakni 100-ribu Rupiah, dan maksimal berusia 28 tahun. (Nana Ernawati/Antok Wesman-Impessa.id)