Event

Meskipun Telah Disuntik Vaksin Covid-19, Masyarakat Harus Tetap Terapkan Protokol Kesehatan

Meskipun Telah Disuntik Vaksin Covid-19, Masyarakat Harus Tetap Terapkan Protokol Kesehatan

Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembayun Setyaning Astuti, dalam perbincangan Vaksinasi Covid-19 bersama Puji Qomariyah di Studio Podcast Kutunggu di Pojok Ngasem Universitas Widya Mataram Yogyakarta, Jumat (8/1/2021)

Impessa.id, Yogyakarta: Vaksin sebagai solusi penanganan Covid-19 tinggal menunggu hari, meskipun vaksin sebagai alat bantu agar anti bodi manusia lebih siap dalam merespon virus corona. Vaksin diharapkan bisa mengubah perilaku masyarakat untuk menjadi lebih baik, karena meski sudah divaksin, kebiasaan hidup bersih dan penerapan protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan dengan baik.

Pernyataan tersebut disampaikan drg Pembayun Setyaning Astuti MKes, Kepala Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dalam perbincangan di Studio Podcast Kutunggu di Pojok Ngasem Universitas Widya Mataram (UWM), Jumat (8/1/2021) dalam podcast episode #007, bertajuk Vaksin Covid-19, pada bincang santai bersama  Puji Qomariyah SSos, MSi (PQ) sebagai host, tuan rumah.

Kepala Dinas Kesehatan DIY itu menuturkan kasus positif Pandemi Covid-19 di DIY telah mencapai 14.346 sampai awal Januari 2021. “Tantangan utama bagi kami adalah mengajak masyarakat dapat menjaga kesehatan, tidak takut, mengurangi trauma sehingga tidak mengalami gangguan psikologi. Usai libur panjang dan weekend menunjukkan kasus terkonfirmasi terus naik. Hal itu dikarenakan 3M, menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan, tidak diterapkan dengan baik atau belum menjadi habit perilaku bagi masyarakat,” ujar Pembayun Setyaning Astuti.

Oleh karena itu, lanjutnya, “Perlu adanya motivasi kesadaran dan sedikit paksaan, sehingga ini dapat menjadi gaya hidup. Zona merah di Sleman, Kulonprogo, dan Gunung Kidul dalam beberapa minggu terakhir memang cukup tinggi. Maka dari itu wilayah ini harus menjadi perhatian dan harapannya dengan diterapkan PSBB Jawa-Bali yang dimulai 11 Januari 2021, dapat meminimalisir penyebaran Covid-19 ini,” imbuh Pembayun.

Dari segi fasilitas kesehatan, Pembayun menuturkan, pihaknya sudah berusaha semaksimal mungkin dalam menyediakan fasilitas kesehatan terutama menambah bed bagi pasien. Selain itu Dinas Kesehatan DIY juga fokus dalam menambah  tenaga kesehataan karena ruang ICU dan isolasi memiliki nakes yang berbeda.  Upaya yang dilakukan untuk menjamin Kesehatan dan keselamatan tenaga medis adalah dengan penggunaan APD sampai level 3, pemberian Multivitamin untuk meningkatkan imunitas.

“Kepatuhan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan pada awal kejadian kasus Covid-19 cenderung rendah, sedangkan di bulan Agustus meningkat. Namun pada bulan Oktober cenderung menurun lagi dalam menerapkan protokol kesehatan. Ini dikarenakan masyarakat menganggap Covid-19 ini biasa-biasa saja dan rasa jenuh sehingga angka kepatuhan  menurun,” jelas Pembayun.

Kepala Dinas Kesehatan DIY berharap agar warga DIY sadar dan mendukung melalui penerapan protokol kesehatan sehingga mereka dapat menjaga diri, menjaga keluarga, dan menjaga Negara. “Tidak ada vaksin yang menyelesaikan segalanya tapi kita harus mendukung pelaksanaan valsinasi ini. Berbuat untuk orang yang kita cintai, keluarga, dan masyarakat harus kita lakukan,” kata Pembayun dalam pesan singkatnya pada closing statement.

Sementara itu, Puji Qomariyah mengatakan, masih banyak masyarakat yang menganggap Covid-19 merupakan hoaks atau hasil konspirasi meskipun dalam kenyataannya Covid-19 ada dan telah memakan banyak korban jiwa dalam waktu cepat, termasuk tenaga medis yang berada di barisan terdepan penanganan pencegahan dan pengendalian penularan Covid-19.

“Mengabaikan protokol kesehatan, maka tidak saja mengorbankan keselamatan diri sendiri, tetapi juga keluarga dan orang terdekat di sekitar. Pandemi ini akan berlalu melalui kerjasama seluruh pihak, tak terkecuali siapapun itu,” tutup Puji Qomariyah yang adalah Wakil Rektor III UWM. (Wahyu-HumasWidyaMataram/Antok Wesman-Impessa.id)