Event

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Terjunkan 2500 Mahasiswa KKN Reguler IT Berbasis Komunitas di DIY-Jawa Tengah

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Terjunkan 2500 Mahasiswa KKN Reguler IT Berbasis Komunitas di DIY-Jawa Tengah

Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Dr Ir Gunawan Budiyanto MP IPM, secara daring melepas 2500 Mahasiswa KKN Reguler IT Berbasis Komunitas di DIY-Jawa Tengah, Sabtu (9/1/2021)

Impessa.id, Yogyakarta: Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menerjunkan sebanyak 2500 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler IT Berbasis Komunitas di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Sebelumnya, UMY melakukan sosialisasi secara online mengenai konsep dan tata laksana KKN Reguler IT Berbasis Komunitas 2021 di kanal Youtube Official KKN UMY, dihadiri mahasiswa dan orang tua wali, pada Sabtu (9/1/2021).

UMY terus berupaya untuk tetap produktif meski situasi pandemi Covid-19 di Indonesia masih belum mereda. Kali ini kampus Muda Mendunia memberikan kesempatan kepada mahasiswanya untuk menunaikan salah satu tugas sebelum lulus yaitu dengan melaksanakan KKN, yang telah dimodifikasi akibat pandemi dengan KKN Berbasis IT.

"Semua dilakukan UMY dengan penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat. KKN IT adalah program yang secara penuh memanfaatkan jaringan internet dalam proses pengabdian, bertujuan untuk mengurangi kontak antara mahasiswa dengan masyarakat. Kami mengontrol ketat seluruh kelompok KKN yang tersebar di DIY dan Jawa Tengah. 90 persen kegiatan dilakukan dengan tidak kontak langsung dengan masyarakat," ujar Rektor UMY Dr Ir Gunawan Budiyanto MP IPM.

Selain KKN Reguler Berbasis IT, UMY pada semester Genap 2020/2021 juga memberikan dua opsi lain dalam pelaksanaan KKN yaitu KKN pendampingan di Panti Asuhan di DIY sebanyak 220 kelompok, dan 114 KKN pemberdayaan sekolah Muhammadiyah. "Untuk KKN kali ini kami menyasar 580 UMKM, 265 organisasi sosial, 22 panti asuhan di DIY, dan 13 sekolah Muhammadiyah," ungkap Kepala Divisi KKN LP3M UMY Dr Aris Slamet Widodo SP MSc.

Sementara itu, dalam menanggapi keputusan Pemerintah terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jawa dan Bali, yang berlaku mulai 11 Januari hingga 25 Januari 2020. UMY menegaskan untuk menerapkan konsep KKN berbasis IT atau daring, yang diharapkan mampu membuat mahasiswa dan Dosen Pembimbing Lapangan bekerjasama dengan mitra UMKM maupun Organisasi Sosial dengan memanfaatkan perangkat teknologi informasi dan berbagai aplikasi serta media sosial yang lazim dan familiar digunakan.

"Seperti laiknya Work From Home (WFH) dan Work From Office (WFO), dalam pelaksanaan KKN berbasis IT ini setiap kelompok secara perwakilan akan melakukan koordinasi secara langsung di lapangan 1-2 kali seminggu," imbuh Aris Slamet Widodo.

Kegiatan pendampingan online memerlukan koordinasi dan strategi yang kuat agar partisipasi masyarakat  tinggi. Kelompok KKN hanya bisa mendampingi komunitas tertentu saja (tidak semua masyarakat dalam satu kawasan) guna mengantisipasi penyebaran Covid-19. (Hbb-BHP UMY/Antok Wesman-Impessa.id)