Event

Menteri Pertanian RI Secara Daring Membuka Seminar Nasional PERAGI di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Menteri Pertanian RI Secara Daring Membuka Seminar Nasional PERAGI di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Menteri Pertanian RI Secara Daring Membuka Seminar Nasional PERAGI di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Impessa.id, Yogyakarta, Sabtu (17/10/2020) - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta -UMY menjadi tuan rumah Seminar Nasional PERAGI (Perhimpunan Agronomi Indonesia) dengan tema “Peran Peragi dalam Memperkuat Inovasi dan Petani Milenial untuk Mewujudkan Pertanian Tangguh dan Berdaya Saing”, yang dihelat melalui kanal Youtube dan Zoom, diikuti 331 peserta, dan secara resmi dibuka oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia Dr H. Syahrul Yasin Limpo SH, MH, Sabtu (17/10/2020)

Dalam sambutannya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan PERAGI dan Kementerian Pertanian RI memiliki relasi yang bagus, sehingga seminar nasional ini sangat penting untuk dilakukan. “Peragi memiliki peran penting di sektor pertanian, oleh sebab itu saya berharap bisa berjalan bersama melihat permaslahan yang ada sehingga kedepan terus bisa tumbuh bersama dengan baik, menjadi maju, dan lebih modern," ujarnya.

Syahrul Yasin Limpo juga mengajak PERAGI bekerjasama mewujudkan pertanian sebagai pilar utama untuk menopang kesejahteraan kehidupan masyarakat. Dalam kesempatan itu, Mentan menyampaikan beberapa hasil capaian kinerja diantaranya, kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB) di bidang pertanian sebesar 16,24 persen, dan kenaikan nilai ekspor mencapai 20,84 persen.

“Di tengah kondisi pandemi, pertanian mampu mencapai angka itu, sungguh luar biasa. Di saat sektor lain menurun, pertanian justru menjadi sandaran ketika pandemi, maka untuk bisa terus mempertahankan dan meningkatkan prestasi, kita perlu bekerja sama, fokus dan tulus, agar kerja kita memiliki arti,” ungkap Mentan Syahrul Yasin Limpo.

Dalam kesempatan itu, Ketua Panitia Seminar Nasional Dr Ir Gatot Supangkat, MP, IPM menuturkan, sesuai dengan tema yang diangkat, inovasi teknologi budidaya tanaman hasil agronom sangat dibutuhkan untuk membangun pertanian yang tangguh dan berdaya saing. Inovasi dan jiwa tangguh berdaya saing menjadi kunci serta modal utama bagi bangsa untuk mewujudkan kemandirian dan kedaulatan pangan Indonesia.

“Untuk mencapai kemandirian dan kedaulatan pangan kita bergantung pada petani yang responsif, kreatif, dan akseleratif dan itu semua dimiliki oleh petani muda atau petani milenial. Oleh sebab itu Peragi menggelar seminar tahunan ini sekaligus memperingati hari ulang tahun ke-43 Peragi,” ucap Gatot Supangkat.

Seminar Nasional PERAGI tersebut merupakan medium untuk penggalian dan diseminasi inovasi teknologi pertanian rekayasa sosial budaya dan ekonomi. Selain sebagai media, seminar bertujuan untuk menghimpun informasi teknologi sosial budaya dan ekonomi yang nantinya disebarluaskan dan bisa mewujudkan pertanian tangguh yang berdaya saing.

Selama seminar berlangsung, diperkenalkan profil petani-petani muda milenial yang mengungkapkan pengalaman masing-masing dalam mengelola usaha pertanian yang komparatif dan kompetitif. “Hasil dari seminar akan kami sampaikan kepada para pemangku kepentingan di sektor pertanian dengan harapan bisa dijadikan bahan pertimbangan untuk mengambil keputusan tentang pertanian kedepannya,” tambah Gatot Supangkat.

Tema Seminar menjadi penting karena Indonesia sebagai negara agraris memiliki kesempatan untuk memajukkan sektor pertanian. “Ini adalah tema yang penting untuk sekarang dan kedepannya, manakala Indonesia ingin meningkatkan peran sebagai negara agraris. Maka kedepan ada dua kunci yang menentukan, yakni inovasi dan petani milennial. Milennial dan inovasi memang tidak bisa terpisah karena milennial selalu punya inovasi yang fresh,” tutur Prof. Dr Ir Andi Muhammad Syakir MS, Ketua Umum PERAGI.

Sebagai tuan rumah Seminar Nasional PERAGI 2020, Rektor UMY Dr Ir Gunawan Budiyanto MP, IPM menyampaikan rasa terima kasihnya kepada panitia. “Saya sangat berterimakasih karena sudah mempercayakan UMY sebagai host acara seminar nasional ini. Semoga seminar ini bisa menghasilkan generasi pertanian yang tangguh dan berdaya saing tinggi, ketika pangan kita tangguh maka generasi yang tercipta juga generasi tangguh, bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak ketergantungan terhadap SDA tapi SDM juga harus berdaya saing tinggi,” tutup Rektor Gunawan Budiyanto. (Hbb-BHP UMY/Antok Wesman-Impessa.id)