Event

Di Masa Pandemi, UMY Lakukan Literasi Media Untuk Keluarga Muda Plered-Bantul

Di Masa Pandemi, UMY Lakukan Literasi Media Untuk Keluarga Muda Plered-Bantul

Di Masa Pandemi, UMY Lakukan Literasi Media Untuk Keluarga Muda Plered-Bantul

Impessa.id, Yogyakarta: Hadirnya teknologi media baru di tengah masyarakat membawa perubahan yang signifikan dalam berkomunikasi. Selain menyentuh masyarakat di perkotaan juga di daerah pedesaan. Teknologi Informasi dan komunikasi dalam media televisi, gadget, smartphone atau handphone, dan internet mengubah pola interaksi dan gaya komunikasi masyarakat di pedesaan.

Kegiatan bersosial yang semula dilakukan secara langsung atau tatap muka sebagai ciri masyarakat gemeinschaft yang guyub rukun di pedesaan, sedikit demi sedikit berubah, mulai meluntur dengan memilih berkomunikasi melalui media sosial. Masyarakat pedesaan mulai akrab dan nyaman menggunakan teknologi informasi dan komunikasi. Banyak yang mulai menyelami, menikmati dan bahkan kecanduan, terlebih di masa pandemi Covid-19, dimana kegiatan kerja WFH -Work From Home dan Belajar Sekolah, dilakukan di rumah, aktifitas menggunakan media, internet, medsos semakin meningkat. 

Menanggapi fenomena tersebut, empat dosen Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta tergerak untuk memberikan penyuluhan literasi media bagi masyarakat pedesaan. Penyuluhan literasi media tersebut dilakukan di Kelurahan Desa Wonokromo, Plered Bantul, pada Minggu (26/7/20). Ayu Amalia SSos MSi selaku Ketua Tim Pengabdian mengatakan, dampak hadirnya berbagai media komunikasi juga dirasakan oleh keluarga muda di Desa Wonokromo, Plered.

"Banyak temuan bapak-bapak muda asik bermedia sosial, facebook, WA dan akses internet untuk berkomunikasi. Ibu-ibu muda kecanduan nonton sinetron, gemar akses internet dan asik bermedsos. Anak-anak jarang keluar rumah, asik di kamar dengan bermedsos maupun nge-game online. Aktifitas bekerja, belajar dan belanja, serta silaturrahim pun banyak diwakili oleh media sosial di dunia maya. Hal ini ditambah banyaknya perusahaan yang menawarkan kemudahan dan kepraktisan jasa berbagai sektor barang dan jasa melaui online, yang semakin memudahkan kehidupan keluarga muda di pedesaan.  Bahkan sering terjadi, dalam suatu keluarga muda, antara bapak, ibu dan anak bertemu dalam satu ruangan namun yang terjadi mereka asik dengan gadget masing-masing tanpa interaksi personal yang langsung dan nyata. Komunikasi bermedia melaui dunia virtual, telah menggeser interaksi dan keakraban dalam keluarga muda," ungkap Ayu Amalia, saat dihubungi Rabu (29/7/20). 

Penyalahgunaan dalam bermedia baru tersebut, menyebabkan kerawanan terjadinya perselingkuhan, kesalahpahaman, sehingga berujung konflik dan keretakan dalam hubungan rumah tangga. "Anak yang semula penurut menjadi sulit diatur, mudah emosi, sulit diajak aktifitas religi, dan anti-sosial karena kecanduan game online yang memang mengasyikkan. Urusan sekolah pun jadi sering kacau-balau, menambah runyam kondisi keluarga muda di pedesaan. Di satu sisi, mereka membutuhkan media tersebut (sesuai tuntutan zaman), tapi disisi lain mereka terhanyut dalam keasyikan di dalamnya, kurang bisa mengatur dan mengendalikan sehingga menimbulkan ekses-ekses negatif yang tidak diharapkan," imbuh Ayu Amalia. 

Penyuluhan yang dilakukan Ayu dan timnya mengangkat problematika keluarga muda dan solusinya untuk mengatasi kecanduan gadget, kecanduan sinetron televisi, bijak bermedia sosial dan internet, melek media baru dan mengurangi kecanduan game online pada anak. 

Penyuluhan Literasi Media tersebut mengundang pembicara ahli-ahli komunikasi media dari Prodi Ilmu Komunikasi UMY, yaitu Zuhdan Aziz SIP SSn MSn, Taufiqurrahman SIP MA PhD dan Dr Suciati SSos Msi. Masing-masing dengan perspektif yang khas, Zuhdan Aziz dengan perspektif Literasi media sinetron dan film, Taufiqurrahman dengan perspektif Literasi Media Sosial dan Internet, sedangkan Suciati dengan perspektif psikologi komunikasi dalam mengurangi kecanduan gadget pada orang tua dan game online pada anak.

"Tujuan utama dari penyuluhan media ini adalah untuk membentuk keluarga muda tangguh yang melek media dengan bijak mengatur dan mengendalikan media," pungkas Ayu. (BHP UMY/Antok Wesman-Impessa.id)