Ekuin-Bisnis

Surya Mahardika, lulusan Program Studi Komunikasi dan Konseling Islam UMY, Membuat Platform Digital Jasa Tukang.

Surya Mahardika, lulusan Program Studi Komunikasi dan Konseling Islam UMY, Membuat Platform Digital Jasa Tukang.

Surya Mahardika, lulusan Program Studi Komunikasi dan Konseling Islam UMY, Membuat Platform Digital Jasa Tukang.

Impessa.id, Yogyakarta: Di era digital, platform bisnis digital berkembang pesat dengan berbagai macam jenisnya, beragam inovasi dan kreatifitas, seperti yang dibuat oleh anak muda Indonesia, Surya Mahardika, lulusan Program Studi -Prodi Komunikasi dan Konseling Islam, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Melalui platform Betukang.id kreasinya, Surya Mahardika menjawab keresahan yang sering didapati oleh masyarakat khususnya di daerah asalnya, Pontianak, sulitnya mendapatkan jasa tukang. Untuk itu, Surya menciptakan sebuah platform yang mewadahi para tukang untuk memasarkan jasanya di media sosial seperti facebook, instagram, dan whatsapp.

Perkembangan bisnis digital menurut Surya bertumbuh dengan massif, jika tidak mengambil peran dan ikut berkecimpung di dalamnya, tentu akan tertinggal. “Bisnis digital ini sangat menjanjikan. Saran saya untuk para anak muda adalah agar keluar dari zona nyaman dan mengembangkan kreatifitas serta wawasan untuk dikembangkan dan dijadikan bisnis digital,” ungkap Co-Founder & CMO Betukang.id saat dihubungi Jum'at (24/7/20).

Selain menyediakan Jasa Tukang, platform yang berdiri sejak Desember 2019 juga menyediakan Jasa Penyewaan Mobil dan juga Jasa Survey. Terhitung sejak awal berdirinya, Platform Betukang.id sudah memiliki 32 tukang, 24 pekerjaan, dan sudah mendapatkan lebih dari 100 panggilan pekerjaan. “Saya berharap platform ini dapat menjadi sebuah marketplace penyediaan layanan jasa tukang yang berkualitas dan membawa dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Platform digital Betukang.id menjadi layanan tukang secara online yang pertama di Pontianak, Kalimantan Barat. Kedepannya Betukang.id melaunching website dan aplikasi seperti start-up pada umumnya. (Ays.BHP UMY/Antok Wesman-Impessa.id)