Event

Potret kehidupan Kelas Menengah Ber-instagram Antarkan Rama Kertamukti Menjadi Doktor Ke-15 Fakultas Fishum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Potret kehidupan Kelas Menengah Ber-instagram Antarkan Rama Kertamukti Menjadi Doktor Ke-15 Fakultas Fishum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Potret kehidupan Kelas Menengah Ber-instagram Antarkan Rama Kertamukti Menjadi Doktor Ke-15 Fakultas Fishum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Impessa.id, Yogyakarta: Lahirnya media sosial menciptakan dimensi sosial yang baru di masyarakat, salah satunya instagram mampu mengalirkan dimensi kehidupan Kelas Menengah untuk mengalami redefinisi dan diferensiasi dalam menunjukkan praktik sosialnya. Hal itu menjadi kajian Disertasi Rama Kertamukti untuk mendapatkan gelar Doktor di Universitas Gadjah Mada.

Pada Disertasinya berjudul “Hasrat Pamer Diri Kelas Menengah Indonesia Di Instagram: Media Baru, Identitas Dan Masyarakat Jaringan”, dengan Promotor Prof Dr Heru Nugroho dan Dr S Bayu Wahyono, Rama berhasil mempertahankan hasil penelitiannya dalam ujian tertutup di depan penguji, kemudian dinyatakan lulus dan telah menerima ijazah gelar Doktor, Rabu (22/7/2020).

Dari penelitiannya, Rama menjelaskan bahwa hasrat pamer diri kalangan kelas menengah di instagram selain praktik leisure dalam bermedia social, juga perkembangannya, leisure dalam dunia saiber, seperti aktivitas di media sosial, Kelas Menengah meredifinisi mengenai kesenangan dalam aktivitas di waktu luang dengan melakukan tindakan bekerja-beraktivitas-bersosialisasi di media sosial, adanya shifting pleasure.

Menurut Rama di dalam aktivitas berinstagram ada kesadaran sosial untuk memperlihatkan tindakan-tindakan yang mereka lakukan guna menghadirkan praktik leisure yang tidak hanya dalam mengkonsumsi tetapi juga dalam memproduksi pesan, demi mengukuhkan identitas status Kelas Menengah yang dimiliki. Pengukuhan identitas itu dengan memamerkan hal-hal yang bersifat bernilai dalam pemilihan tempat, aktivitas, fashion, dan gaya.

“Penelitian ini memerlukan metode kualitatif yang khusus dengan menggunakan metode etnografi virtual.  Dalam konteks instagram yang diteliti adalah foto yang diunggah dan dipertontonkan oleh Kelas Menengah,” tutur Rama dosen Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Dikatakan, Kelas Menengah memberikan ruang bagi tubuhnya untuk diperlihatkan pada orang lain. Bagi Kelas Menengah tubuh adalah fakta budaya yang mereflekskani hubungan objek dan relasi sosialnya, sehingga di dalam instagram tubuh mereka dapat dikonsep sesuai budaya yang dibangun instagram. Sehingga tubuh mereka seperti terambil oleh kuasa dari pemiliknya sendiri. 

“Bahkan, kesolehan dan kebangkitan beragama dikonstruksi pemilik akun dengan konten-konten yang dihadirkan secara mudah dengan foto maupun kata-kata sebagai tindakan Unggahan-unggahan informan disini adalah bentuk religy endorsement, untuk menaikkan eksistensi identitas,” ucap Rama. (Weni/Antok Wesman-Impessa.id)