Event

Dialog Daring UIN Sunan Kalijaga Bahas Keringanan Uang Kuliah Tunggal

Dialog Daring UIN Sunan Kalijaga Bahas Keringanan Uang Kuliah Tunggal

Dialog Daring UIN Sunan Kalijaga Bahas Keringanan Uang Kuliah Tunggal

Impessa.id, Yogyakarta: Pimpinan Universitas Islam Negeri -UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta melakukan dialog daring dengan mahasiswa tentang keringanan Uang Kuliah Tunggal -UKT, sebagai dampak pandemi Covid-19 dan Dana Pengembangan Institusi -DPI, Jumat (19/6/20).

Dialog daring dengan moderator Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan dan Kerjasama tersebut di hadiri oleh Plt. Rektor, para Wakil Rektor, Ketua dan anggota Senat Universitas, Dekanat Fakultas, pengurus Dewan Mahasiswa -DEMA dan Senat Mahasiswa -SEMA Universitas, serta lebih dari 100 mahasiswa.

Kegiatan itu diselenggarakan untuk menjaring aspirasi mahasiswa terkait kebijakan universitas memberikan keringanan 10% biaya UKT kepada mahasiswa yang terdampak covid-19 maupun karena sebab lain yang mengubah situasi ekonomi.

Plt Rektor Dr Phil Sahiron menyampaikan beberapa kebijakan yang sudah dilakukan oleh universitas dan civitas akademika untuk memberikan empati dan simpati kepada mahasiswa, yakni, Banding UKT, Dispensasi Waktu Pembayaran UKT S1 serta SPP bagi S2 dan S3, Dispensasi Waktu Pembayaran SPP bagi S2 dan S3, Keringanan UKT bagi S1 dan Kuota Internet bagi semua mahasiswa. UIN Sunan Kalijaga juga memberikan fasilitas perpustakaan online dan penghapusan syarat TOEFL/TOAFL untuk kelulusan.

Secara informal, paguyuban dosen perempuan Kartini UIN dan UPZ memberikan sembako kepada 1.300 mahasiswa yang masih berada di Yogyakarta.

Terkait dengan Dana Pembangunan Institusi -DPI sebesar 1,5 juta untuk setiap Mahasiswa Baru yang diterima di Jalur Mandiri Tahun Ajaran 2020/2021, Dr Sahiron menjelaskan bahwa DPI diadakan karena UIN Sunan Kalijaga membutuhkan dana yang besar untuk peningkatan sarana dan prasarana. Agar tidak memberatkan terlebih di masa pandemi Covid-19, UIN Sunan Kalijaga memberi keleluasaan waktu pembayaran, hingga Semester 6.

Ketua DEMA Universitas Ahmad Rifaldi dan Ketua SEMA Universitas Sepdyon Alhidayat mengapresiasi pimpinan universitas yang sudah merespon tuntutan dialog terbuka tentang UKT. Rifaldi menekankan bahwa dialog diselenggarakan agar mahasiswa UIN Sunan Kalijaga bisa menyampaikan aspirasi, tidak terbatas mereka yang aktif di lembaga kegiatan mahasiswa -LKM. Rifaldi dan Sepdyon bersama-sama menggarisbawahi pentingnya universitas mengambil kebijakan yang berpihak pada mahasiswa karena hak rakyat mendapatkan pendidikan tetap dihormati selama pandemi. Keduanya mengusulkan agar pemberian dana kuota internet untuk mahasiswa segera direalisasikan dan berharap besaran potongan UKT agar lebih signifikan.

Sementara itu, Toriq Abdul Aziz, mahasiswa dari Fakultas Syariah dan Hukum, menyatakan agar UIN Sunan Kalijaga meninjau kembali kebijakan DPI yang memberatkan Mahasiswa Baru. Rif’atul, yang sedang menempuh studi pascasarjana, juga mengusulkan agar keringanan biaya kuliah juga diberlakukan untuk S2.

Menanggapi berbagai pertanyaan dan tuntutan mahasiswa yang disampaikan dengan suara maupun tertulis (chatbox), Dr Sahiron mengatakan bahwa kebijakan pengurangan UKT UIN Sunan Kalijaga sudah sesuai dengan Keputusan Menteri Agama No. 515 tahun 2019. Sahiron mengajak mahasiswa untuk memikirkan keberlanjutan institusi. Kebutuhan mendesak sarana-prasarana pembelajaran seperti IT dan pembebasan tanah Pajangan Bantul, membuat UIN Sunan Kalijaga harus mengambil keputusan yang bijak agar institusi bisa tetap berperan secara maksimal dan mahasiswa pun tetap mendapatkan hak-haknya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga Prof Dr Sutrisno MAg menekankan bahwa institusi berkewajiban menjaga kualitas pendidikan meski sedang terdampak pandemi. Prof Sutrisno menekankan bahwa universitas terus berkomitmen untuk memberikan kemudahan dan akses untuk semua mahasiswa. Di sisi lain, Prof Sutrisno menggarisbawahi perlunya ketersediaan dana pendidikan agar kualitas pendidikan tetap terjaga. (Khabiburahman/Antok Wesman-Impessa.id)