Event

Wayang Jogja Night Carnival, Tampilkan 14 Karakter Wayang Kapi-Kapi, Senin Sore, 7 Oktober 2019.

Wayang Jogja Night Carnival, Tampilkan 14 Karakter Wayang Kapi-Kapi, Senin Sore, 7 Oktober 2019.

Wayang Jogja Night Carnival, Tampilkan 14 Karakter Wayang Kapi-Kapi, Senin Sore, 7 Oktober 2019.

Impessa.id, Yogyakarta : Pada Senin sore, 7 Oktober 2019, mulai pukul 17.00 WIB, beberapa ruas jalan utama di Kota Yogyakarta ditutup untuk lalu-lintas karena digunakan sebagai rute pawai1400 peserta Wayang Jogja Night Carnival 2019, yang bergerak dari Museum Sandi Kotabaru masuk ke jalan Jenderal Sudirman menuju Tugu Pal Putih dan masuk ke Jalan Margo Utomo (ex jalan Mangkubumi). Untuk itu, arus lalu-lintas sementara dialihkan ke jalan-jalan disekitarnya.

Mengulang kesuksesan Wayang Jogja Night Carnival 2018, kini event tahunan terbesar di Kota Yogyakarta, kembali menyapa warga dan wisatawan yang berkunjung ke Kota Gudeg. Digelarn bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-263 Kota Yogyakarta, 7 Oktober, Wayang Jogja Night Carnival #4 hadir dengan tema Ringgit Wanara Kagungan Dalem Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dikenal sebagai Wayang Kapi-Kapi.

Wayang Kapi-kapi merupakan wayang kreasi aseli khas Jogja dan milik Kraton Yogyakarta yang jarang go public, terbilang unik, lantaran memiliki bentuk perpaduan bagian tubuh hewan yang merepresentasikan kehidupan di dunia. Melalui Wayang Jogja Night Carnival, Wayangn Kapi-Kapi tersebut mulai diperkenalkan ke khalayak luas melalui tampilan berbeda dari setiap kontingen dari ke-14 kecamatan se Kota Yogyakarta.

Terpilihnya Wayang Kapi-kapi menjadi tema Wayang Jogja Night Carnival #4 tidaklah tanpa alasan. Kepada wartawan, Yetti Martanti, S.Sos,M.M. selaku Show Director WJNC didampingi KPH Notonegoro, peerwakilan dari Kraton, mengatakan, event tersebut menjadi ajang mendekatkan masyarakat dengan 14 karakter Wayang Kapi-kapi yang jarang terekspos tersebut.

“Dihadirkannya Wayang Kapi-Kapi, agar masyarakat mengenal Wayang Kapi-kapi dan memaknai filosofinya didalam kehidupan sehari-hari. Karena Wayang Kapi-kapi mengajarkan kepada kita agar saling mengayomi meski memiliki pribadi berbeda-beda, sangat pas untuk konteks saat ini,” ujarnya.

Wayang Kapi-Kapi terdiri dari 14 karakter kuat, masing-masing :

1. Wayang Kapi Kingkin, yang memiliki bentuk perpaduan antara kepiting dan kera. Merupakan ciptaan Sang Hyang Baruna (Dewa Ikan), ia memiliki andil besar dalam menyelamatkan proses pembangunan jembatan menuju Negara Ngalengka.

2. Wayang Jaya Harima atau Wayang Kapi Harima, yang memiliki badan dan ekor kera serta berkepala harimau. Merupakan satu di antara bala tentara Pancawati pimpinan Prabu Ramawijaya, ia memiliki kecekatan dan kekuatan yang disegani oleh bala tentara Ngalengka.

3. Wayang Kapi Wraha, yang berbadan kera serta berkepala babi hutan. Ia merupakan bagian tak terpisahkan dari bala tentara Pancawati.

4. Wayang Kapi Warjita atau Kapi Wercita atau Cacingkanil, yang berbadan era serta berkepala dan ekor melilit seperti cacing. Ia juga merupakan satu di antara bala tentara Pancawati di bawah kepemimpinan Prabu Ramawijaya.

5. Wayang Kapi Jaya Anala atau Kapi Anggeni, yang badan, wajah dan ekornya seperti kera, namun rambutnya menyerupai api yang menyala. Merupakan satu di antara bala tentara Pancawati, ia adalah seekor kera ciptaan Bathara Brama.

6. Wayang Kapi Satabali, yang berbadan kera namun memiliki ekor dan kepala ayam. Merupakan satu di antara bala tentara Pancawati, ia bertugas menjaga pesanggrahan Swelagiri, yakni tempat Prabu Ramawijaya berdiam selama peperangan melawan bala tentara Prabu Dasamuka.

7. Wayang Kapi Liman Dhesthi, memiliki badan perpaduan gajah dan kera. Bala tentara Pancawati ini berperan penting saat pengeroyokan Raden Kumbakarna.

8. Wayang Kapi Premujabahu atau Kapi Permujabahu yang berperan mencari sebuah bunga pusaka Kembang Dewa Retna yang berada di Kahyangan Jajarlumintu.

9. Wayang Kapu Sembawa, memiliki badan dan ekor kera serta kepala singa. Ia bertugas sebagai prajurit yang memberi semangat berperang pada para prajurit kera.

10. Wayang Kapi Cocak Rawun, yang badannya merupakan perpaduan dari burung dan kera. Sebagai bala tentara Pancawati, ia memiliki keahlian terbang dengan sangat tinggi sehingga dapat mengetahui pergerakan musuh.

11. Wayang Kapi Endrajanu, yang berbadan dan berekor kera serta berkepala kerbau. Bala tentara Pancawati ini memiliki kekuatan yang luar biasa dan dikenal sangat rajin serta patuh pada atasan.

12. Wayang Kapi Widagsi yang memiliki badan kera dan kepala badak. Badan yang besar serta bertenaga kuat membuat ia menjadi satu di antara prajurit andalan Negara Pancawati.

13. Wayang Kapi Jaya Arina, yang berbadan dan berekor seperti kera namun berkepala kijang. Ia mampu berlari secepat kilat sehingga selalu terhindar dari sergapan musuh.

14. Wayang Kapi Trewilun atau Kapi Terwilun, yang berbadan dan berekor seperti kera namun berkepala kelinci. Ia dikenal licah, mampu berjalan melewati tanah serta ahli membuat gorong-gorong.

Ke-14 Wayang Kapi-kapi nantinya akan diperagakan oleh 14 kecamatan yang ada di Kota Yogyakarta dalam pawai Wayang Jogja Night Carnival #4.

“Terdapat tujuh seniman profesional sebagai tim kreatif yang membantu mengawal proses produksi ke-17 kecamatan peserta karnaval Wayang kapi-Kapi, yaitu KPH Notonegoro, RM. Kristiadi,S.Sn., Ali Nursotya Nugraha, M.Sn., Anon Suneko,M.Sn., Emerentiana Tri Ikhtiarningsih,S.Pd., Agung Tri Yulianto,S.Sn dan Hermawan Sinung Nugroho, S.Sn,” imbuh Yetti. Di antara 7 seniman profesional itu, lanjutnya, salah satunya adalah KPH Notonegoro yang merupakan sosok yang sangat concern dalam mengembangkan budaya Kraton.

Dengan adanya kreativitas dan pengetahuan yang dimiliki, Yetti Martanti,S.Sos.,MM. berharap masyarakat semakin mengenal Wayang Kapi-Kapi. (Uul/Antok Wesman).